Disfungsi Ereksi

Disfungsi EreksiDisfungsi ereksi (DE) merupakan maslah seksual yang dialami oleh pria di seluruh dunia. Pada tahun 1995 diperkirakan 152 juta pria mengalami disfungsi ereksi dan pada tahun 2025 jumlahnya akan menjadi 322 juta seiring dengan pertambahan jumlah manusia di dunia.

Disfungsi Ereksi

Disfungsi Ereksi

Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi adalah ketidakmmapuan mencapai atau mempertahankan ereksi penis untuk melakukan senggama yang memuaskan. Definisi dari disfungsi ereksi tersebut tidak berhubungan dengan pancapaian klimaks saat senggama atau orgasme. Pria yang mengalami disfungsi ereksi sudah pasti tidak bisa mencapai orgasme. Namun pria yang tidak bisa orgasme, belum tentu mengalami disfungsi ereksi.

Menurut Dr. Ponco, penyebab disfungsi ereksi dapat dibagi menjadi tiga, yakni psikogenik, organik dan campuran antara psikogenik dan organik. Penyeab psikogenik tersering adalah kecemasan dan depresi. Kecemasan mengganggu pembentukan dan pengolahan stimulus seksual. Hubungan antara disfungsi ereksi dan depresi belum diketahui secara pasti namun didapatkan angka kejadian disfungsi ereksi yang cukup tinggi di antara penderita depresi.

Sedangkan penyebab disfungsi ereksi secara organik atau alamiah disebabkan oleh usia, kebiasaan merokok, penyakit kardiovaskular, kencing manis, gangguan saraf dan penggunaan obat-obatan. Angka kejadian disfungsi ereksi meningkat secara bermakna seiring dengan pertambahan usia. Pada dekade keempat, sekitar 39% pria mengalami disfungsi ereksi dan angka ini meningkat menjadi 67% pada dekade ketujuh.

Merokok merupakan faktor risiko disfungsi ereksi baik dalam jangka waktu pendek maupun panjang. Gangguan terletak pada mekanisme veno-oklusi (penyempitan vena) yang berperan dalam proses ereksi. Merokok juga dapat menekan respon pengobatan terhadap disfungsi ereksi. Gangguan pada sistem kardiovaskular dapat mengganggu alian darah pada arteri kavernosa sehingga menyebabkan disfungsi ereksi. Penyebab tersering gangguan darah ini adalah ateroslerosis pada penderita penyakit ipertensi, diabetes mellitus dan dislipidemia.

Sekitar 35-75% penderita diabetes mellitus menderita disfungsi ereksi. Mekanisme disfungsi ereksi pada diabetes mellitus adalah multifaktorial terdiri atas faktor gangguan persarafan di otak dan penis, serta merupakan manifestasi dari adanya komplikasi mikrovaskular. Mekanisme terjadinya disfungsi ereksi pada penderita diabetes mellitus dimulai dari gangguan pada susuanan saraf pusat. Ditambah lagi dengan penurunan fungsi otot pada penis akibat gangguan persarafan tepi.

Pada pria yang mengalami penyakit persarafan juga rentan mengalami disfungsi ereksi. Kelainan pada otak seperti multiple sklerosis, epilepsi, parkinson, stroke dan alzheimer merupakan penyebab disfungsi ereksi tersering akibat gangguan saraf.

Merokok adalah kebiasaan buruk yang dapat mengakibatkan dampak yang tidak baik bagi kesehatan. Baik kesehatan fisik maupun untuk kesehatan seksual. Biasanya di setiap bungkus rokok akan tertulis dampak dari merokok, salah satunya adalah impotensi. Impotensi dalam dunia medis dikenal dengan penyakit gangguan disfungsi ereksi.

Disfungsi ereksi sendiri adalah ketidakmampuan penis biasa atau berulang untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi. Sebagian besar pria pernah ata akan mengalami masalah dengan kualitas ereksi mereka. Masalah itu dapat berupa kesulitan mereka dalam mencapau dan mempertahankan eteksinya pada saat-saat tertentu, ereksi tidak sekeras biasanya, atau sering tidak akan dapat mencapai ereksi sesuai dengan yang dinginkannya.

Penyebab Disfungsi Ereksi

Penyebab dari disfungsi ereksi sendiri adalah :

  • Gangguan hormonal karena kelenjar tumor hipofisis, tingkat rendah atau abnormal tinggi hormon testosteron.
  • Gangguan artery (penyakit hipertensi, pembuluh darah, aliran darah ke penis berkurang).
  • Kebocoran vena.

Selain beberapa hal diatas, masih banyak lagi penyebab yang mengakibatkan disfungsi ereksi. Rokok merupakan racun yang dapat menyebabkan banyak penyakit berbahaya. Rokok  dapat meningkatkan resiko disfungsi ereksi sekitar 50 persen, karena merokok dapat merusak pembuluh darah, nikotin mempersempit arteri sehingga mengurangi aliran darah dan tekanan darah ke penis.

Obat Disfungsi Ereksi

Bila seseorang sudah mengalami impotensi, maka dapat menjadi peringatan diri bahwa rokok sudah merusak daerah lain ditubuh. Pembuluh darah ke penis kemungkinan juga akn terpengaruh karena merupakan pembuluh darah yang kecil dan dapat mengakibatkan disfungsi ereksi/impoten.

Beberapa jenis obat juga menyebabkan disfungsi ereksi diantaranya adalah obat antihipertensi dan beberapa jenis obat antidepresi. Berhati-hatilah dan selalu minta nasihat dokter jika Anda ingin mengkonsumsi obat-obatan tersebut dalam jangka waktu lama. Selain hal-hal diatas, beberapa penyakit yang berkaitan dengan organ reproduksi pria juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Seperti tumor atau kanker, peradangan atua infeksi di organ genital harus dipertimbangkan karena dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

Salah satu cara yang bisa dilakukan dalam mencegah terjadinya disfungsi ereksi adalah dengan mengonsumsi selai berry. Buah-buahan dengan warna yang gelap seperti blackberry, bullberry, dan elderberru merupakan salah satu jenis buah dengan kandungan kadar tinggi anthocyanin, antioksidan yang kuat yang bisa mendukung dari ereksi semakin kuat. Dan penelitian yang dilakukan menemukan bahwa kandungan anthocyanin yang ada di dalam berry membantu mempertahankan oksida nitrat yang bisa membantu dalam membersihkan radikal bebas yang menjadi penyebab dari penyempitan arteri.

Sebaiknya untuk mencegah terjadinya disfungsi ereksi, maka jauhilah stress yang bisa mempengaruhi kondisi psikologis seseorang. Namun ketegangan yang biasanya berlangsung dengan terus menerus maka hal ini akan berdampak pada terjadinya masalah disfungsi ereksi. Karena, stress yang terjadi dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan tubuh dengan lebih cepat dalam melepas epinefrin, yang merupakan salah satu adrenalin yang bisa langsung pada arteri dan kemudian mengacaukannya.

Disfungsi Ereksi

Posted in Disfungsi Ereksi | Tagged , , , , , , , , | Comments Off on Disfungsi Ereksi

Cara Menyembuhkan Disfungsi Ereksi

Cara Menyembuhkan Disfungsi Ereksi atau impotensi dengan cara medis maupun cara tradisional. Disfungsi ereksi adalah rasa ketidakmampuan untuk memulai ereksi atau untuk mempertahankan ereksinya. Penyebab impotensi atau disfungsi ereksi berasal dari beberapa faktor. Mulai dari penyakit kronis, asupan nutrisi yang tidak seimbang, masalah kejiwaan, hingga kebiasaan-kebiasaan buruk yang dilakukan pria. Pada pria usia matang yang mengalami disfungsi ereksi biasanya disebabkan oleh stress berlebihan akibat biaya kebutuhan hidup yang kian melambung sementara penghasilan tidak bertambah. Karena stress bisa sebabkan disfungsi ereksi, sebaliknya impotensi juga bisa mengakibatkan stress

cara-menyembuhkan-disfungsi-ereksi

Ada beberapa Cara Menyembuhkan Disfungsi Ereksi  yang dialami pria, diantaranya adalah :

1. Dengan bantuan obat medis (resep dokter)

Metode Cara Menyembuhkan Disfungsi Ereksi  dengan obat medis karena cara ini mudah digunakan dan bisa segera bereaksi. Obat-obat medis yang dipakai umumnya berupa tablet berbahan aktif untuk membantu melancarkan peredaran darah menuju penis ketika pria sedang terangsang. Nama produk tersebut antara lain Viagra atau Cialis, Staxyn, Levitra dan lain-lain. Masing-masing obat kuat pria tersebut memiliki waktu bereaksi dan lama kerja yang berbeda-beda.

2. Dengan mengkonsumsi obat tradisional dari bahan herbal

Efektifitas ramuan tradisional untuk pengobatan disfungsi ereksi belum diketahui secara pasti. Tanaman tersebut memang berguna bagi kesehatan tubuh pria secara umum, namun untuk tujuan memperbaiki kesehatan seksual masih belum dipastikan manfaatnya. Selain itu, penggunaan ginseng dan yohimbe hendaknya sesuai saran dokter agar tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya. Misalnya depresi, kejang, cemas berlebihan, insomnia, sakit kepala dan aliran darah ke jantung yang lebih cepat dari biasanya.

Sejak berabad-abad lamanya masyarakat sejumlah negara memanfaatkan obat-obat tradisional untuk mengobati disfungsi ereksi yang dialami oleh kaum pria. Obat-obatan tersebut didapatkan dari tanaman yang tumbuh secara endemik di negara tersebut. Masyarakat negara Korea memanfaatkan akar ginseng merah untuk merangsang fungsi seksual pria yang menurun. Tanaman lain yang dipakai untuk pengobatan disfungsi ereksi antara lain: yohimbe, jus buah delima, ginkgo biloba, dan tanduk kambing rumput liar.

3. Dengan metode akupuntur

Metode Cara Menyembuhkan Disfungsi Ereksi dengan akunpuntur secara medis belum diketahui efektifitasnya. Namun, pria yang mengalami disfungsi ereksi sembuh setelah terapi akupuntur adalah tumbuhnya rasa percaya diri yang tinggi dan perilaku sehat yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Terapi akupuntur dilakukan dengan menusukkan puluhan jarum pada sejumlah titik tubuh untuk melancarkan peredaran darah.

4. Dengan latihan yoga

Metode Cara Menyembuhkan Disfungsi Ereksi ereksi melalui latihan pernapasan, latihan yoga juga menitikberatkan kepada proses menghirup oksigen dan melepas karbondioksida. Gerakan tubuh yang lambat dan berirama di udara terbuka yang segar bisa membantu melancarkan aliran oksigen melalui darah ke seluruh tubuh.

Sejumlah pria yang rajin berlatih yoga mengungkapkan bahwa olahraga kelenturan tubuh ini membantu mereka melakukan beragam posisi seksual yang menantang. Otot-otot sekitar penis dilatih melalui senam peregangan sehingga memungkinkan jaringan erektil penis terisi volume darah lebih banyak dan lebih lancar. Dengan lancarnya peredaran darah di penis maka pria memiliki kemampuan mempertahankan ereksi lebih lama.

5. Dengan operasi syaraf

Operasi syaraf untuk penanganan impotensi pada beberapa kasus memang bisa menyembuhkan gangguan seksual pria. Namun cara ini juga memiliki resiko bila operasi pembedahan dilakukan pada pria usia lewat 50 tahun karena proses penyembuhan yang lebih lambat. Oleh karena itu, sebelum memilih pengobatan disfungsi ereksi melalui operasi syaraf, pria sebaiknya mempertimbangkan dulu cara pengobatan lain yang lebih praktis dan memiliki resiko kecil. Mungkin Anda tertarik memakai obat-obat medis maupun menggunakan pompa vakum.

Tujuan operasi syaraf adalah untuk memperbaiki kemampuan pria menanggapi rangsangan seksual dari seorang wanita. Bila isteri Anda sudah melakukan foreplay dengan menyentuh organ sensitif Anda tetapi Anda belum terangsang juga, waspadalah mungkin ada yang sedang bermasalah pada sistem syaraf Anda.

Penyakit impotensi merupakan penyakit yang diakibatkan dari adanya kelainan pada pembuluh darah, kelainan persyarafan, karena obat-obatan, kelainan pada penis anda, dan masalah psikis yang memengaruhi gairah seksual dalam diri anda yang dapat disembuhkan dengan Cara Menyembuhkan Disfungsi Ereksi  diatas.

Kerusakan saraf yang menuju dan meninggalkan penis juga bisa menyebabkan impotensi. Kerusakan saraf ini bisa terjadi akibat:

  • Cedera Diabetes melitus
  • Sklerosis multiple
  • Stroke
  • Obat-obatan
  • Alkohol
  • Penyakit tulang belakang bagian bawah
  • Pembedahan rektum atau prostat.

Sekitar 25% kasus impotensi disebabkan oleh obat-obatan (terutama pada pria usia lanjut yang banyak mengonsumsi obat-obatan). Obat-obat yang bisa menyebabkan impotensi adalah:

  • Anti-hipertensi
  • Anti-psikosa
  • Anti-depresi
  • Obat penenang
  • Simetidin
  • Litium

Kadang impotensi terjadi akibat rendahnya kadar hormon testosteron. Beberapa faktor psikis yang bisa menyebabkan impotensi yang menyebabkan penderita tidak manpu untuk memulai dan mempertahankan ereksinya adalah :

  • Depresi
  • Kecemasan
  • Perasaan bersalah
  • Perasaan takut akan keintiman

Faktor yang menyebabkan disfungsi ereksi tidak terdeteksi dan tidak dapat mengetahui cara menyembuhkan disfungsi ereksi tersebut adalah:

  • Disfungsi ereksi terjadi karena masalah psikologis saja.
  • Dengan bertambahnya usia, maka wajar saja bila mengalami disfungsi ereksi.
  • Disfungsi ereksi adalah masalah pribadi, jadi sebaiknya jangan diceritakan ke orang luar termasuk dokter.
  • Hal-hal yang menyangkut masalah seksual masih dianggap tabu untuk dibicarakan.
  • Adanya penghalang dari segi psikologis yaitu rasa malu untuk mencari pertolongan.
Posted in Disfungsi Ereksi | Tagged , , , | Leave a comment

Disfungsi Ereksi Pasca Stroke

Disfungsi Ereksi Pasca StrokeStroke bisa menyebabkan suatu keadaan yang sangat melemahkan dan seringkali berjalan selama beberapa bulan, bahkan lebih lama lagi. Di antara berbagai keprhatinan yang terjadi, banyak pasien stroke dan pasangannya selalu bimbang dan cemas tentang kelanjutan kehidupan seksnya.

Disfungsi Ereksi Pasca Stroke

Disfungsi Ereksi Pasca Stroke

Penyakit Stroke

Penyakit Stroke dapat mengganggu fungsi seksual dan hasrat dengan berbagai cara. Beberapa penderita pria dan wanita ragu untuk melanjutkan aktivitas seksual pasca stroke, karena takut bahwa akan menyebabkan suatu serangan stroke lagi. Walaupun demikian, lain-lain penderita stroke masih ada hasrat seksual, namun mengalami berbagai problematik dalam segi pelaksanaannya; untuk pria dalam segi ereksi, orgasme dan ejakulasi dan untuk wanita dalam hal pelumasan bagian intim wanita dan orgasme. Posisi seks yang biasanya menyenangkan, menjadi sukar atau tak mungkin. Terdapat juga faktor-faktor psikologis yang dapat mengganggu hubungan berpasangan tersebut.

Aktivitas seks bergantung dari berat ringannya stroke yang diderita, maka doperlukan waktu seelum pasien merasa cukup sembuh untuk melakukan hubungan seks lagi, bersamaan dnegan aktivitas lain yang sebelumnya merupakan hal yang rutin. Bila ia belu siap melakukan hubungan seks, maka ia serangan stroke lagi. Walaupun demikian, lain-lain penderita stroke masih ada hasrat seksual, namun mengalami berbagai problematik dalam segi pelaksanaannya; untuk pria dalam segi ereksi misalya Disfungsi Ereksi Pasca Stroke , orgasme dan ejakulasi dan untuk wanita dalam hal pelumasan bagian intim wanita dan orgasme. Posisi seks yang biasanya menyenangkan, menjadi sukar atau tak mungkin. Terdapat juga faktor-faktor psikologis yang dapat mengganggu hubungan berpasangan tersebut.

Aktivitas seks bergantung dari berat ringannya stroke yang diderita, maka diperlukan waktu seelum pasien merasa cukup sembuh untuk melakukan hubungan sks lagi, bersamaan dengan aktivitas lain yang sebelumnya merupakan hal yang rutin. Bila ia belum siap melakukan hubungan seks, maka ia dapat memberikan atau menerima kesenangan seks dengan cara-cara lain (mencium, bercumbu dan berpelukan).

Kadang-kadang penderita pasca stroke kehilangan hasrat seksual yang bisa terjadi sebagai akibat langsung dari stroke yang mengenai berbagai bagian otak yang biasanya memotori pesan-pesan untuk respons seksual dan menyebabkan terjadinya Disfungsi Ereksi Pasca Stroke namun juga bisa disebabkan oleh penyebab-penyebab lain seperti obat yang dikonsumsi. Bahkan pada fungsi seksual yang masih baik, bisa terjadi gangguan hasrat seksual, karena anksietas, gangguan penampilan diri, depresi dan faktor emosional yang ada hubungannya dengan keadaan pasca stroke.

Bila pada pria maupun wanita pasca stroke, masih mengalami gangguan kehilangan libido berbulan-bulan setelah stroke, diperlukan pemeriksaan yang dapat menentukan penyebabnya. Bila penyebab stroke adalah obat-obatan, maka dicari penggantinya atau penurun dosis yang mengurangi efek samping. Pada keadaan pasca stroke seringkali terdapat anksietas, depresi. Maka diperlukan counseling psikologis yang sama pentingnya dengan perawatan fisik dan rehabilitasi.

Bila problem Disfungsi Ereksi Pasca Stroke tetap masih ada, maka pasien bersama pasangannya sebaiknya mendapatkan konseling dari seorang psikolog atau seksuolog. Bila ada gangguan fungsi seksual pada keadaan pasca stroke, maka biasanya lebih banyak mengenai pelaksanaan seksual daripada dalam hasrat seksual, terutama pad aperiode ini setelah terjadinya stroke. Kelemahan, kelumpuhan, perubahan dalam keadaan badan dan kehilangan sensasi semunya dapat mengganggu seperti depresi. Karena adanya kelumpuhan atau kelemahan, maka terjadi kesukaran dalam berbagai posisi seksual yang sebelumnya disenangi, sehingga diperlukan penyesuaian dan eksperimentasi beberapa posisi yang lain untuk menemukan mana yang terbaik.

Penderita stroke berulang atau memiliki potensi stroke kembali sebaiknya menghindari hubungan intim, sama halnya bila terdapat aneurisma di pembuluh darah otak sebaiknya menahan diri dulu sampai dilakukan koreksi yang adekuat. Terdapat bermacam-macam kesenangan lain yang bisa dinikmati, berhubungan seks tidak selalu dengan penetras

Cara Mencegah Disfungsi Ereksi Pasca Stroke

Beberapa hal yang harus dijaga dan juga dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit stroke untuk membuat hubungan seksual Anda menjadi semakin baik lagi adalah :

  1. Melakukan olahraga secara teratur. Olahraga merupakan salah satu aktivitas fisik yang bisa membantu dalam menyehatkan semua anggota tubuh Anda. Selain itu olahraga juga bisa membantu dalam membuat kesehatan jantung menjadi semakin meningkat dan membantu membuat tekanan darah menjadi semakin normal.
  2. Mendapatkan berat badan ideal. Berat badan yang ideal yang tidak terlalu kurus atau juga tidak terlalu gemuk bisa membantu dalam meningkatkan kesehatan pada tubuh Anda.
  3. Mengonsumsi makanan yang sehat. Untuk mengonsumsi makanan yang sehat maka sangat dibutuhkan mengonsumsi jenis makanan seperti buah-buahan dan juga berbagagi jenis sayuran yang warnanya hijau serta baik dalam membantu mencukupi kebutuhan dari nutrisi tubuh Anda.
  4. Menjauhi aktivitas fisik yang kurang baik. Misalnya adalah dengan merokok, merokok merupakan salah satu bentuk kebiasaan buruk yang bisa membuat beberapa organ tubuh menjadi sehat. Dan disamping itu, merokok bisa mengakibatkan terjadinya masalah penyakit hipertensi dan juga penyakit jantung. Kedua hal ini bisa membuat resiko dari penyakit stroke menjadi semakin meningkat.
  5. Jangan minum minuman yang mengandung alkohol. Sebaiknya hentikanlah kebiasaan dalam mengonsumsi jenis minuman yang mengandung alkohol.
  6. Jangan mengonsumsi makanan yang bisa memicu terjadinya gangguan kesehatan misalnya adalah makanan seperti junk food. Karena jenis makanan ini  bisa menyebabkan terjadinya masalah pada gangguan kesehatan.

Disfungsi Ereksi Pasca Stroke

Posted in Disfungsi Ereksi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Disfungsi Ereksi Pada Penderita Kronis

Disfungsi Ereksi Pada Penderita Kronis – Perkara ranjang kerap menjadi obrolan yang tiada habis untuk diperbincangkan. Meski butuh, masyarakat masih ada yang terkesan malu untuk membicarakannya secara terbuka. Tidak heran, saat mengalami suatu problem seks, mereka berusaha mencari jawab dengan cara sembunyi-sembunyi. Sumbernya pun bermacam-macam, dari kerabat, rekan sejawat hinga buku atauun media cetak dewasa, sangat jarang berfikir untuk pergi ke dokter. Fenomena ini pula yang kerap dialami sebagian besar penderita penyakit kronis seperti penyakit jantung, penyakit diabetes, penyakit asma, rematik dan penyakit kronis lainnya yang mengganggu hubungan seksual Anda dan pasangan saat di ranjang.

Disfungsi Ereksi Pada Penderita Kronis

Disfungsi Ereksi Pada Penderita Kronis

Disfungsi Ereksi

Menjamurnya anggapan bahwa urusan seks tabu dan memalukan untuk dibicarakan, membuat banyak pasien memilih bungkam atau menempuh jalan pintas. Lalu apa yang harus dilakukan oleh pasien penyakit kronis ini dengan gangguan disfungsi ereksi?

Bagi orang sakit, Disfungsi Ereksi Pada Penderita Kronis dalam hubungan seks bukanlah kebutuhan utama karena yang paling penting adalah bagaimana caranya sembuh dari sakit. Namun hasrat seks bisa hadir kapan saja dan dalam kondisi apapun. Menunggu sembuh bisa berarti tidak pernah berhubungan seks sama sekali. Atau masih bergairah tetapi secara fisik memang tidak memungkinkan.

Mereka para pria yang masih dalam usia produktif dan terserang penyakit kronis, masih memiliki hasrat akan keinginan seksual yang cukup tinggi. Namun sering kali beberapa penyebab dari suatu penyakit yang cukup serius memberi dampak pada kualitas hubungan seksual hingga mengancam kemampuan pria dalam berhubungan intim yakni disfungsi ereksi. Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan pria dalam mencapai atau mempertahankan ereksi penis yang cukup untuk melakukan senggama yang memuaskan.

Faktor penyebab dari penyakit ini dipengaruhi oleh peran penyakit itu sendiri sebagai faktor terjadinya disfungsi ereksi, seperti faktor psikis, faktor fisik atau kombinasi faktor psikis dan fisik secara bersamaan.

Penyakit yang melatar belakangi Disfungsi Ereksi Pada Penderita Kronis ada berbagai macam penyakit seperti penyakit jantung, penyakit hipertensi, arterioklerosis, kolesterol, triglieserida yang tinggi (dislipidemia), diabetes mellitus, sindroma metabolik, gagal ginjal kronis, dan penyakit lainnya yang membawa pengaruh pada gangguan disfungsi ereksi.

Selain berobat Disfungsi Ereksi Pada Penderita Kronis seorang pria yang mengalami gangguan penyakit kronis juga harus melakukan hubungan intim yang baik dan teratur. Dengan merasakan orgasme, maka tubuh akan rileks karena tubuh mengeluarkan endorphin yang akan berdampak pada imunitas tubuh manusia yang lebih baik. hubungan intim yang baik dan teratur dapat juga sebagai petunjuk tingkat kesehatan seseorang.

Cara Mencegah Disfungsi Ereksi pada Penderita Kronis

Beberapa hal yang bisa membantu dalam mencegah terjadinya disfungsi ereksi pada penderita kronis adalah :

  1. Melakukan diet seimbang
    Diet yang tinggi serat dan juga mengonsumsi jenis makanan seperti kacang-kacangan merupakan salah satu hal yang sangat baik dalam membantu mencegah terjadinya disfungsi ereksi. Jika Anda merupakan salah seorang yang gemar mengonsumsi jenis makanan seperti junk food maka mulailah saat ini untuk menghindarinya. Menerapkan pola makan yang baik misalnya mengonsumsi jenis makanan dengan kandungan sayuran dan juga buah-buahan di dalamnya sangat baik dalam mencegah terjadinya disfungsi ereksi. Jantung dan juga penis pria sangat berkaitan, dan demikian juga para ahli yang memaparkan mengenai hal tersebut. Segala sesuatu yang baik bagi jantung maka akan sangat baik juga untuk penis pria.
  2. Menjaga ukuran berat badan
    Hal yang paling penting dalam mencegah terjadinya masalah disfungsi ereksi atau penyakit lemah syahwat atau impotensi adalah dengan tetap menjaga ukuran berat badan Anda dalam keadaan ideal. Berat badan yang tidak ideal sifatnya hanya menyebabkan tubuh menjadi lebih rentan dalam terserang penyakit dan bisa menjadi salah satu pemicu terjadinya penyakit diabetes tipe 2 yang bisa membuat aliran darah menuju ke penis mengalami kerusakan dan pada akhirnya mengakibatkan terjadinya disfungsi ereksi.
  3. Melakukan olahraga secara teratyr
    Olahraga yang dilakukan dengan teratur akan membantu dalam meningkatkan kesehatan dari fungsi seksual seorang pria yang dilakukan dengan cara yang lebih baik lagi. Olahraga yang dilakukan misalnya dengan berenang, jogging, dan juga aerobik akan membantu dalam menjaga kesehatan tubuh Anda. Namun harus diingat sebaiknya melakukan olahraga yang ringan saja, dan jangan melakukan olahraga yang bisa memberikan tekanan pada perineum, yakni adalah daerah sekitar anus dan skrotum. Olahraga bersepeda yang dilakukan dalam jangka waktu panjang dan dilakukan dengan berlebihan akan mengakibatkan terjadinya masalah disfungsi ereksi.
  4. Menghindari hubungan seksual yang beresiko
    Cara mencegah disfungsi ereksi lainnya adalah dengan menghindari kegiatan seksual yang bisa mengakibatkan dari terjadinya masalah cedera pada penis. Seperti misalnya adalah melakukan penetrasi di saat vagina masih belum keadaan berpelumas dengan baik. Atau sebaiknya Anda memastikan bahwa penis Anda tidak terpeleset keluar dari dalam vagina dan kemudian membentur bagian atau daerah yang keras. Jika Anda mempunyai pasangan dan bergerak dengan sedemikian rupa disaat sedang melakukan hubungan seksua, sehingga membuat penis Anda menjadi sakit, maka sebaiknya jangan membungkuk. Katakanlah pada pasangan, sebenatar untuk berhentu dari aksinya.

Itulah informasi mengenai disfungsi ereksi pada penderita kronis dan juga cara mencegah disfungsi ereksi, semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua. Terimakasih.

Disfungsi Ereksi Pada Penderita Kronis

Posted in Disfungsi Ereksi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Impotensi Disfungsi Ereksi

Impotensi Disfungsi Ereksi – Tidak hanya ejakulasi dini, masalah seksuaitas acapkali ditenggarai oleh kondisi disfungsi ereksi pada pria. Ada dua kategori kondisi Impotensi Disfungsi Ereksi pada pria kategori berat dan kategori ringan. Kategori berat adalah ketika ditemui penis mengalami kegagalan ereksi sama sekali sekalipun sudah mengalami stimulasi seksual.

Impotensi Disfungsi Ereksi

Impotensi Disfungsi Ereksi

Impotensi Disfungsi Ereksi

Untuk penanganan Impotensi Disfungsi Ereksi diperlukan pihak ahli kesehatan yang berkompetensi khusus. Kategori ringan adalah kondisi dimana penis hanya dapat bereaksi dengan tingkat ereksi separuh dari maksimal, ataupun ereksi tidak dapat berlangsung lama.

Sebelum membahas mengenai kiat mengatasi disfungsi ereksi, harus diketahui lebih dulu penyebab dari disfungsi ereksi. Umumnya kondisi disfungsi ereksi dilatar belakangi oleh kondisi :

  • Kendala kelainan fisik (saraf, pembuluh darah, penis dsb)
  • Obat-obatan
  • Masalah psikis (stres, depresi dll)
  • Cidera penyakit (diabetes, penyakit stroke, tulang belakang dsb)
  • Alkohol dan rokok

Cara Mengatasi Disfungsi Ereksi

Untuk mengatasi Impotensi Disfungsi Ereksi, dapat ditempuh beberapa kiat alami berikut ini, antara lain :

1. Lakukan general check up

Hal ini untuk mengetahui apakah terdapat pencetus faktor dari penyakit (diabetes, sumbatan pembuluh darah, dll). Jika ditemukan pencetus disfungsi ereksi dari faktor penyakit, maka langkah berikutnya adalah menekan risiko tersebut dengan mengobati atau menurunkan risiko dari penyakit yang ada guna tidak berdampak meluas.

2. Jalani gaya hidup bebas stres

Olahraga rutin dikenal lama sebagai a-quick-perfect-instant-get-away dari stres. Telusuri pencetus stersor (penyebab stres) atasi dengan bijaksana agar stress tidak berdampak meluas pada fisik tubuh. Dari olahraga, tubuh akan mengalami kembali kelancaran peredaran darah, kestabilan hormonal, hingga mempengaruhi kepada peningkatan gairah seks dan peningkatan kemampuan ereksi.

3. Penuhi kebutuhan nutrisi adekuat

Olahraga rutin perlu diimbangi dnegan asupan bernutrisi yang tepat bagi kebutuhan tubuh. Dimana dibutuhkan kondisi tubuh yang sehat dan bugar untuk dapat memperbaiki kemampuan ereksi yang dibutuhkan. Perbanyak makan buah dan sayuran. Kandungan alami yang dimiliki bawang putih sudah dikenal lama dalam memperlancar peredaran darah, dimana proses ereksi sangat membutuhkan peran proses kelancaran peredaran darah dari tubuh.

4. Konsumsi asupan vitalitas

Jangan sembarang minum obat kuat. Jika Anda memutuskan untuk mengkonsumsi obat kuat, maka konsultasikan terlebih dahulu ke dokter Anda untuk mengkonsumsi obat kuat, maka konsultasikan terlebih dahulu ke dokter Anda untuk meninjau segi keamanannya. Pilihlah asupan suplemen yang bersifat alami seperti buah maca dikenal juga sebagai nama peruvian ginseng. Dimana buah ini secara turun menurun di daerah Amerika Selatan telah dikenal lama dapat meningkatkan libido dan kemampuan ereksi dengan membangun tubuh yang sehat melalui asupan nutrisi yang menyehatkan tubuh. Kini banyak beredar di pasaran suplemen yang berbahan aktif ekstrak buah maca untuk tujuan meningkatkan vitalitas seks yang dikehendaki.

Beberapa jenis olahraga dibawah ini bisa membantu dalam mencegah impotensi disfungsi ereksi adalah :

  1. Aerobik
    Salah satu studi atau penelitian yang dilakukan mengenai aerobik menghitung fungsi erekis. Dan diketahui pada sekitar 385 pria yang berpartisipasi akan penelitian ini menunjukkan bahwa hasil yang positif dan juga mengalami suatu peningkatan pada kualitas ereksi mereka setelah mereka melakukan latihan aerobik.
  2. Latihan pelvic floor
    Pada biasanya latihan otot panggul yang dilakukan oleh wanita dalam membantu mengencangkan kembali daerah otot-otot yang ada di sekitar vagina setelah mereka melahirkan. Namun penelitian terbari yang dilakukan menyebutkan bahwa jenis latihan tadi juga sangat baik bagi pria yang mempunyai masalah dengan ereksi. Salah satu studi yang dilakukan pada sekelompok peneiti, dan hasil penelitian menunjukkan bahwa melatih otot panggul yang akan membantu dalam menguatkan otot-otot pada penis dan bisa membantu dalam menyembuhkan daerah disfungsi ereksi, ejakulasi dini dan juga dribbing atau air seni yang menetes setelah melakukan buang air kecil. Peneliti lainnya yang melakukan suatu penelitian menunjukkan bahwa latihan panggul akan membantu dalam meningkatkan kualitas dari orgasme.
  3. Berenang
    Olahraga renang akan membantu dalam mencegah terjadinya masalah disfungsi ereksi. Berenang akan melibatkan bagian otot tubuh yang banyak yang akan bergerak di dalam air. Tangan, kaki, otot yang ada pada daerah kelamin kemudian akan bergerak dengan cepat. Dan pada akhirnya akan menyebabkan jantung lebih banyak dalam mengalirkan darah ke daerah paru-paru dan kemudian akan meningkatkan kesehatan. Tekanan air disaat Anda sedang berenang akan membantu Anda dalam meningkatkan fungsi keseimbangan yang ada di dalam tubuh sehingga daerah aliran darah akan menjadi lebih lancar lagi. Dan biasanya setelah berenang pria akan merasa lebih segar lagi.
  4. Jalan kaki
    Jalan kaki atau jogging adalah salah satu olahraga ringan yang bisa membantu dalam mencegah terjadinya disfungsi ereksi. Selain itu, olahraga ini juga membantu dalam meningkatkan penampilan atau performa seksual dan salah satunya adalah dalam memperbaiki fungsi ereksi. Yang paling utama adalah untuk mereka yang menderita obesitas.

Pria yang jarang melakukan olahraga akan mengurangi dari resiko terjadinya masalah disfungsi ereksi. Dengan cara meakukan aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur maka hal ini akan membantu dalam membakar paling tidak sekitar 200 kalori dalam sehari. Dan salah satu aktivitas fisik yang paling pas adalah dengan berjalan kaki paling tidak selama 3 kilometer.

Impotensi Disfungsi Ereksi

Posted in Disfungsi Ereksi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Terjadinya Disfungsi Ereksi

Penyebab Terjadinya Disfungsi Ereksi – Disfungsi ereksi merupakan ketidakmampuan untuk memulai ereksi dan mempertahankan ereksi. Hal ini menyebabkan pria tidak sanggup menjaga ereksi penisnya ketika berhubungan seksual. Disfungsi ereksi ini berupa penis yang tidak cukup keras atau tidak bisa dipertahankan sehingga tidak menghasilkan hubungan seksual yang memuaskan. Tentu fungsi ereksi ini merupakan problematika tersendiri dalam rumah tangga, bahkan berdampak negatif pada keharmonisan rumah tangga. Disfungsi ereksi sering juga disebut impotensi.

Penyebab Terjadinya Disfungsi Ereksi

Penyebab Terjadinya Disfungsi Ereksi

Disfungsi Ereksi

Banyak orang mengira bahwa kemampuan seksual itu berhubungan dengan masalah keturunan. Artinya seberapa banyak sepasang suami istri bisa memiliki momongan. Padahal masalahnya lebih serius dari itu. Setiap pasangan yang tidak memiliki keturunan namun masih bisa melakukan kegiatan seksual bersama pasangannya, biasanya masih akan tetap langgeng. Rumah tangganya berjalan apa adanya dan cukup kuat.

Namun apabila antara keduanya sudah tidak ada ketertarikan secata fisik, maka inilah tanda-tanda penyebab pereraian pada tingkat yang sudah paling parah. Karena tidak ada lagi yang bisa mengikat mereka dalam pertalian suci perkawinan.

Kesulitan ereksi atai disfungsi ereksi pada pria dapat disebabkan oleh beberapa faktor Penyebab Terjadinya Disfungsi Ereksi, yakni sebagai berikut :

  • Penyebab Terjadinya Disfungsi Ereksi akibat Rendahnya gairah seks. Hal ini sering mengurangi kemampuan seorang pria untuk ereksi atau mempertahankan ereksi. Pasangan harus mengambil peran aktif untuk membantu pria dalam mencapai ereksi atau justru mempertahankan ereksinya
  • Kecemasan dan gugup. Perasaan cemas dan gugup karena memikirkan hubungan seks dengan pasangan baru atau tidak percaya diri, bisa menimbulkan kegagalan ereksi. Hal ini wajar dan biasanya setelah hubungan semakin dekat, masalah itu akan hilang dengan sendirinya.
  • Faktor usia. Seks di usia lanjut memang tidak akan segairah saat usia muda. Dengan bertambahnya usia, mungkin akan lebih sulit berereksi dan mungkin memerlukan rangsangan tambahan.
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu. Obat-obat yang mengandung antidepresan dan anti-asientas bisa menghilangkan kemampuan ereksi. Walau biasanya bersifat sementara, namun sebaiknya tanyakan hal ini kepada dokter.

Penyebab Terjadinya Disfungsi Ereksi adalah faktor psikologis seperti stres, depresi dan perasaan berdosa. Juga berhubungan dengan penyakit yang disebabkan kerusakan pembuluh darah, seperti penyakit jantung, hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes mellitus, gagal ginjal dan penyakit anemia. Pengaruh pemakaian obat, mengonsumsi alkohol dan merokok secara berelbihan juga dapat memicu terjadinya disfungsi ereksi.

Pengobatan impotensi dapat dilakukan setelah kita mengetahui apa penyebab pastinya. Untuk menenrukan penybebab impotensi sendiri memerlukan pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan lainnya.

Penyembuhan Disfungsi Ereksi

Pemberian hormon testosteron

Pemberian hormon testosteron sebagai penggangti (replacement therapy) ini digunakan untuk : mengatasi depresi, mengurangi kulita yang keriput, mencencangkan otot-otot yang kendor, meningkatkan kualitas hidup, melancarkan pengeluaran air seni.
Tindakan ini berhasil meningkatkan gairah seksual bagi penderita yang kadar testosteron dalam darahnya memang rendah.

Pada waktu pemberian pengobatan hormon testosteron, perlu dilakukan pula kntrol pemeriksaan-persentase jumlah sel darah merah (eritrosit) di dalam seluruh volume darah (hematokrit), fungsi hati, dan prostat (dengan pemeriksaan prostat spesifik antigen)- setiap 3 bulan. Apabila hematokrut penderita mencapai >54%, sebaiknya pengobatan dihentikan.

Selain penanganan medis, dapat dilakukan dengan cara alami yaitu dengan bahan herbal :100 gr terung, 5 gr merica, dan 15 gr jahe direbus dengan 600 cc air sehingga tersisa 200 cc disaring lalu airnya diminum.

Beberapa hal yang harus dilakukan dalam mencegah terjadinya disfungsi ereksi adalah :

  1. Mengatasi dengkuran
    Orang yang biasanya senang mendengkur disaat sedang tidur berarti mereka mengalami masalah akibat kekurangan oksigen. Dan termasuk salah satunya adalah oksigen yang mengalir menuju ke organ intim. Dengkurang yang ringan ini bisa diatasi dengan cara meninggikan kepala disaat Anda sedang tidur, karena akan membantu dalam mengubah gravitasi pada bagian jaringan yang lunak di daerah tenggorokan. Selain itu, cara mengatasi masalah disfungsi ereksi juga bisa dilakukan dengan mengonsumsi coklat hitam. Coklat merupakan salah satu jenis makanan yang bisa membantu dalam mengatasi masalah disfungsi ereksi akibat kandungan epicatechin, flavonoid yang bisa membuat terjadinya pelebaran pada pembuluh darah. dan salah satu penelitian yang dilakukan menyebutkan bahwa mengonsumsi paling tidak sekitar 1 bar cokelat gelap dalam setiap harinya maka akan membantu dalam melebarkan pembuluh darah sebanyak 10 persen.
  2. Latihan kegel
    Selain itu, salah satu cara mengatasi masalah disfungsi ereksi adalah dengan melakukan latihan kegel. Latihan kegel bisa membantu dalam menguatkan otot panggul. Salah satu studi atau penelitian yang dilakukan pada sekitar 55 pria untuk mereka yang menderita masalah impotensi akan menunjukkan sekitar 40 persen pria yang melakukan latihan kegel dalam setiap harinya selama 6 bulan berturut-turut, maka mereka berhasil dalam mengembalikan lagi fungsi seks yang normal. Senam kegel untuk pria hampir mirip dengan wanita, yakni adalah dengan cara melatih daerah otot pelvic, seperti misalnya adalah menahan keinginan untuk buang air kecil yang bisa saja dilakukan dengan dimana dan juga dilakukan kapan saja. Lakukan kontraksi yang dilakukan paling tidak 18 kali dan masing-masingnya dilakukan sekitar 10 detik dalam sehari.

Itulah informasi mengenai cara mengatasi disfungsi ereksi. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua. Terimakasih.

Penyebab Terjadinya Disfungsi Ereksi

Posted in Disfungsi Ereksi | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Disfungsi Ereksi Pada Diabetes

Disfungsi Ereksi Pada Diabetes – Adapun disfungsi ereksi yang terjadi pada orang yang tidak mengalami diabetes disebabkan oleh beberapa faktor, seperti lelehan, depresi, kerja berlebihan, stres dan pengaruh alkohol.

Disfungsi Ereksi Pada Diabetes

Disfungsi Ereksi Pada Diabetes

Disfungsi Ereksi Pada Diabetes

Disfungsi Ereksi Pada Diabetes terjadi karena adanya masalah dalam suplai darah ke penis dan masalah fungsi darah di penis. Perkembangan impotensi lambat dan berawalo ketika mereka masih muda. Pada orang yang masih muda, impotensi bisa diatasi dengan perawatan seperti pemberian viagra yang sekarang bisa didapatkan dengan resep dokter. Orang yang lebih tua lebih sulit menangani masalah tersebut sehingga diperlukan perawatan medis tambahan. Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter. Lebih dari 50 persen pria yang menderita diabetes mempunyai keluhan impotensi, tetapi hanya sedikit yang melaporkannya ke dokter.

Penyebab impotensi atau Disfungsi Ereksi Pada Diabetes ada dua. Yang pertama adalah faktor fisik dan yang kedua adalah faktor psikologis. kebanyakan impotensi atau gangguan disfungsi ereksi pada pria yang menderita diabetes disebabkan oleh faktor fisik, akibat glukosa darah yang tinggu atau lamanya mengidap diabetes. Penyempitan pembuluh darah yang timbul sebagai komplikas kronis dari diabetes akan mengganggu aliran darah dari pembuluh darah besar untuk mengisi penis. Apabila saraf juga mengalami kerusakan, maka tidak akan mengahntar impuls pengisian darah ke dalam pembuluh darah kecil di dalam penis sehingga penis lemas dan gagal untuk ereksi.

Masalah kesehatan reproduksi bisa dialami oleh kaum pria maupun wanita. Pada pria biasanya hal yang dikeluhkan adalah ejakulasi dini dan disfungsi ereksi. Masalah yang selalu diketahui oleh masyarakat luas adalah disfungsi ereksi dan ejakulasi dini namun masih banyak dari mereka yang belum mengetahui secara detail tentang penyakit ini.

Disfungsi ereksi pada diabetes atau yang biasa dikenal masayarakat luas adalah penyakit lemah syahwat atau impoten. Ini adalah ketidakmampuan pria dalam mencapai dan mempertahankan ereksi pada alat vitalnya.  Bagi seorang pria, ereksi merupakan suatu proses alami yang menandakan bahwa sebagian besar fungsi kesehatan alat vitalnya masih sehat dan normal. Disfungsi ereksi dapay dijelaskan secara sederhana mekanisme menegangnya penis, adanya aliran darah ke daerah organ vital tersebut.

Sedangkan untuk penyakit ejakulasi dini adalah ketidakmampuan mengontrol ejakuklasi sehingga terjadi dalam waktu singkat dengan rangsangan yang tidak maksimal dan terjadi sebelum pasangan tersebut mengingnkannya.

Perbedaan antara ejakulasi dini dan disfungsi ereksi adalah jika disfungsi ereksi berhubungan dengan lemah dari kerasnya alat vital dan ejakulasi dini adalah waktu keluarnya air mani yang terlalu cepat.

Penyebab Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan seorang pria dalam mencapai ereksi saat melakukan hubungan seksual dengan pasangannya. Namun hal ini hanya terjadi jika pria ingin melakukan hubungan intim dengan partner atau istrinya, sedangkan jika melakukan dengan wanita idaman lain (WIL) ia tidak mengalami impoten atau gangguan disfungsi ereksi.

Penyebab dari disfungsi ereksi bisa disebabkan dari psikis dan fisik. Namun biasanya yang terjadi adalah penyebab karena masalah psikologis. Misalnya ada masalah dengan pasangan, sakit hati, ansietas, tidak percaya diri, atau trauma masa lalu yang menyebabkan impoten pada pria.

Sildenafil atau Viagra bisa dipakai pada sebagian pria yang menderita diabetes untuk pengobatan impotensi. Obat ini bisa menimbulkan ereksi akibat rangsangan seksual atau psikologis dengan cara memperbaiki otot polos pembuluh darah penis sehingga aliran darah ke penis bertambah dan ereksi terjadi.

Cara Mengatasi Disfungsi Ereksi

Namun ada pengobatan tradisional yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit disfungsi ereksi ini :

15 gr akar terung, 15 gr biji kucai, 15 gr biji pare, 10 gr biji ketumbar, dikeringkan lalu dihaluskan hingga menjadi bubuk, diseduh dengan air secukupnya lalu diminum.

Hal yang harus dilakukan dalam mengatasi disfungsi ereksi salah satunya adalah dengan menghindari beberapa jenis makanan dibawah ini :

  1. Makanan dengan kandungan garam yang tinggi
    Makanan yang mengandung garam cukup tinggi sebaiknya mulai dhindari. Hal ini bisa membantu dalam mencegah terjadinya disfungsi ereksi. Dan selain itu jjuga bisa membantu dalam menurunkan tekanan darah tinggi serta menurunkan resiko dari terjadinya penyakit jantung, garam, yang akan menyebabkan gangguan pasokan dari aliran darah untuk menuju ke penis yang selanjutnya menyebabkan dari terjadinya masalah disfungsi ereksi.
  2. Hindari jenis makanan dengan kandungan lemak trans
    lemakk trans merupakan salah satu jenis lemak yang bisa menyebabkan terjadinya gangguan pada kesehatan. Lemak trans ada di dalam margarine, kue kering, kentang goreng, keripik dan juga beberapa jenis makanan yang dimasak dengan cara digoreng atau juga dengan beberapa kemasan. Pengaruh yang kurang baik dari lemak trans ini akan membuat terjadinya penyumbatan di dalam pembulih arteri dan kemudian secara berkelanjutan yang bisa menyebabkan penyakit jantung yang pada akhirnya akan sangat berhubungan dengan terjadinya gangguan pada lairan darah menuju ke organ kelamin dan pada akhirnya akan berujung terjadinya disfungsi ereksi.
  3. Makanan yang mengandung minyak
    cara mencegah impotensi atau disfungsi ereksi lainnya adalah dengan menghindari jenis makanan yang mengandung minyak. Selain itu, hindarilah beberapa jenis makanan seperti daging yang mengandung lemak, kuning telur, daging olahan, mentega dan juga gorengan.

Disfungsi Ereksi Pada Diabetes

Posted in Disfungsi Ereksi | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Disfungsi Ereksi Pada Lansia

Disfungsi Ereksi Pada Lansia – Impotensi (Disfungsi Ereksi)adalah ketidak mampuan seseorang untuk mencapai atau mempertahankan ereksi dalam waktu yang cukup untuk bersenggama secara memuaskan. Ejakulasi dini juga merupakan salah satu bagian dari disfungsi ereksi

Disfungsi Ereksi Pada Lansia

Disfungsi Ereksi Pada Lansia

Disfungsi Ereksi Pada Pria

Masalah Disfungsi Ereksi Pada Lansia (DE) ini merupakan masalah yang dialami oleh banyak pria di dunia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, di Asia pada tahun 1995 terdapat sekitar 87 juta pria yang menderita Disfungsi Ereksi.

Biasanya Disfungsi Ereksi Pada Lansia merupakan gabungan dari beberapa faktor. Disfungsi Ereksi dan Diabetes saling berkaitan. Sekitar 60 persen pria dengan Diabetes dan penyakit jantung iskemi ternyata menderita Disfungsi Ereksi. Akibat Diabetes yang tidak terkontrol maka akan terjadi komplikasi-komplikasi lanjutan. Selain Disfungsi Ereksi juga bisa terjadi komplikasi lain yang bahkan dapat menyebabkan kematian. Sebut saja misalnya, gangguan pada pembuluh darah seperti pembuluh darah koroner sehingga timbul penyakit jantung koroner, pembuluh darah di tungkai, di otak
sehingga risiko stroke meningkat, juga di ginjal sehingga terjadi gagal ginjal, serta di mata.

Komplikasi Disfungsi Ereksi Pada Lansia lain adalah gangguan pada saraf tepi, disebut neuropati yang salah satu keluhannya adalah kesemutan. Disfungsi Ereksi pada penderita DM disebabkan karena terjadinya neuropati ditambah dengan adanya gangguan fungsi pembuluh darah.

Selain itu terkadang penderita DM juga mengalami kecemasan akibat penyakitnya tersebut sehingga dapat juga menjadi faktor yang mempengaruhi timbulnya Disfungsi Ereksi. ”Disfungsi Ereksi dapat disembuhkan, namun sebelumnya perlu diidentifikasi faktor-faktor penyebabnya,” ujar Zubairi.

Disfungsi ereksi dapat timbul sekali-kali, sering atau setiap kali pria berusaha untuk berhubungan intim. Ketika ditanya sekitar 35% oria berusia 40 tahun ata lebih dan lebih dari 80% pria berusia 70 tahun atau lebih melaporkan setidaknya disfungsi ereksi sporadik.

Meski dulunya, disfungsi ereksi dipervaya sebagian besar karena faktor psikologis, tetapi kini diketahui bahwa untuk sebagian besar pria penyebab utamanya adalah faktor fisik. Seiring makin besarnya kesadaran terhadap penyebab medis disfungsi ereksi, diskusi yang lebih terbuka mengenai prevalensinya, efek pada kualitas hidup pria, dan pengobatannya menjadi kegiatan utamal. Namun, pria masih saja sering tidak mau mencari bantuan untuk mengatasi gangguan disfungsi ereksi, sehingga dibutuhkan penyuluhan dan kesejahteraan pria.

Disfungsi ereksi psikologis dapat terjadi akibat adanya aktivasi impuls-impuls inhibitorik desendens yang berasal dari korteks secrebrum. Keadaan psikologis yaang berkaitan dengan disfungsi ereksi adalah stres, rasa marah, rasa cemas, dan depresi.

Penatalaksanaan Disfungsi Ereksi

Terdapat penatalaksanaan yang tersedia untuk mengatasi disfungsi ereksi. Diantaranya adalah alat bantu dan pompa mekanis dan injeksi penis yang menimbulkan vasodilatasi lokal. Selain itul, kemajuan dibidang obat-obatan telah menghasilkan dan memasarkan beberapa obatobatan disfungsi ereksi yang diminum oral dan sangat efektif yang pertama dari obat-obatan disfungsi ereksi adalah sildenafil sitrat (Viagra). Jenis obat ini bekerja menginhibisi enzim fosfodiasterase yang pada keadaan normal menonaktifkan perantara kedua yang dibutuhkan untuk relaksasi arteri-arteri penis. Dengan menghambat fosfodiesterase, relaksasi arteri-arteri penis berlangsuung lama, sehingga darah dapat memenuhi penis lebih banyak.

Ereksi terjadi dan diperkuat. Obat-obat disfungsi ereksi diminum sebelum melakukan hubungan intim dan meningkatkan respons seksual normal : obat-obat tersebt tidak merangsang ereksi dengan sendirinya. Efek samping obat-obat disfungsi ereksi oral dapat mencakup sakit kepala, kemerahan pada wajah, dan kelainan penglihatan.

Air Kelapa Untuk Disfungsi Ereksi

Salah satu cara alami yang bisa membantu dalam mengatasi disfungsi ereksi adalah dengan mengonsumsi air kelapa. Air kelapa merupaka salah satu jenis bahan alami yang memang sangat berguna dalam membantu mengatasi masalah disfungsi ereksi. Bukan hanya itu saja, manfaat dari air kelapa sangat bermanfaat dalam menjaga dan memelihara kesehatan tubuh dengan menyeluruh. Kandungan yang ada di dalam air kelapa dalam membantu masalah disfungsi ereksi pada lansia adalah :

  1. Kandungan potasium di dalamnya yang merupakan salah satu elektrolit yang sangat penting yang sangat dibutuhkan agar penis bisa bekerja dengan baik dan bisa tahan lebih lama lagi. Akibat kekurangan potasium akan menyebabkan performa atau penampilan dari pria diatas ranjang akan bekurang. Minumlah air kelapa dengan teratur yang akan membantu dalam memenuhi keutuhan dari kandungan potasium di dalam tubuh. minumlah air kelaola yang akan membantu dalam menyeimbangkan kadar elektrolit yang bisa membantu untuk menormalkan fungsi otot dengan lebih maksimal.
  2. Magnesium yang ada di dalam air kelapa bisa membantu dalam mengatasi disfungsi ereksi. Magnesium yang tidak seimbang akan mengakibatkan terjadinya masalah pada sirkulasi darah, dan termasuk salah satunya adalah penyebab terjadinya masalah disfungsi ereksi. Jika Anda ingin mendapatkan performa atau penampilan yang baik dalam melakukan hubungan seksual maka sebaiknya minumlah air kelapa yang mengandung kandungan magnesium yang tinggi. Selain itu, kaya akan magnesium, air kelapa juga mengandung kandungan vitamin yang lebih banyak dibandingkan dengan jenis minuman yang lain.
  3. Sodium
    Kandungan sodium yang ada di dalam air kelaoa sangat baik dan akan sangat berimbas dengan kontraksi otot. Kontraksi otot yang sehat akan sangat penting jika memang Anda mengalami masalah dengan ereksi. Sodium sangat berguna dan juga sangat penting sekali dalam membuat otot mengalami kontraksi sehingga hal ini akan membantu dalam mengalirkan air agar lebih lancar di dalam tubuh. Air kelaoa diketahui mempunyai cukup sodium untuk membantu mengatasi masalah disfungsi ereksi.

Disfungsi Ereksi Pada Lansia

Posted in Disfungsi Ereksi | Tagged | Leave a comment

Disfungsi Ereksi Obat

Disfungsi Ereksi ObatImpotensi atau disfungsi ereksi dapat didefinisikan sebagai ketidakmampuan seorang pria untuk mencapai atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk menyelesaikan kegiatan koitus (keadaan biologis berupa pemasukan penis pria ke vagina wanita untuk tujuan reproduksi).

Disfungsi Ereksi Obat

Disfungsi Ereksi Obat

Disfungsi Ereksi

Laki-laki dengan gangguan fungsi seksual datang dengan berbagai macam keluhan, baik tunggal maupun kombinasi kehilangan libido, ketidakmampuan memulai ataupun mempertahankan ereksi, kegagalan ejakulasi, ejakulasi dini atau ketidakmampuanmencapi orgasme Gangguan fungsi seksual dapat timbul sekunder dari proses- proses penyakit sistemik ataupun pengobatannya, gangguan-gangguan spersifik dari sistem urogenital dan endokrin, hingga ke gangguan psikologis. Semula diduga penyebab dari gangguan fungsi pada kebanyakan laki-laki dengan impotensi erektil adalah psikogenik.

Kini diyakini bahwa mayoritas laki-laki yang impoten mempunyai komponen penyakit organik yang mendasarinya. Karena pembilihan dan kkeberhasilan terapi selanjutnya tergantung pada penyebab spesifik, maka merupakan hal penting untuk mengevaluasi seluruh aspek dari mekanisme ereksi.

Penyebab yang bersifat fisik lebih banyak ditemukan pada pria lanjut usia, sedangkan masalah psikis lebih sering terjadi pada pria yang lebih muda. Semakin bertambah umur seorang pria, maka impotensi semakin sering terjadi, meskipun impotensi bukan merupakan bagian dari proses penuaan tetapi merupakan akibat dari penyakit yang sering ditemukan pada usia lanjut. Sekitar 50% pria berusia 65 tahun dan 75% pria berusia 80 tahun mengalami impotensi.

Obat Disfungsi Ereksi

Disfungsi Ereksi Obat  dengan Tanaman Ginkgo Biloba (Ginkgo Biloba)digunakan oleh banyak orang untuk meningkatkan daya ingat dan mempertajam penglihatan. Namun, herbal ini juga manjur untuk mengobati disfungsi ereksi. Ginkgo bekerja dengan meningkatkan sirkulasi, terutama di pembuluh darah tepat di bawah permukaan kulit. Hal ini dilakukan tanpa meningkatkan tekanan darah. Tanaman ini telah dikenal selama berabad-abad dalam pengobatan tradisional Cina sebagai pengobatan untuk disfungsi ereksi dan gangguan fungsi seksual. Disfungsi Ereksi Obat  sebagai Ginkgo juga bisa untuk meningkatkan stamina dan sensitivitas. Obat herbal untuk disfungsi ereksi sangat efektif pada individu-individu yang memiliki gejala lain dari sirkulasi yang buruk atau sebagai akibat dari penggunaan antidepresan.

Salah satu penyebab dari terjadinya masalah disfungsi ereksi adalah akibat gangguan psikis. Beberapa cara dibawah ini bisa membantu dalam mengatasi masalah disfungsi ereksi yang terjadi akibat dari gangguan psikis adalah :

  1. Melihat atau mencermati hubungan seksual Anda diantara hubungan Anda dengan pasangan
    Kualitas dari hubungan seksual yang sering mencerminkan mengenai kualitas dari hubungan yang terjadi di luar kamar tidur. Hal inilah banyak yang mengatakan bahwa keharmonisan dari rumah tangga  biasanya akan sangat berpengaruh juga dengan keharmonisan pada hubungan seksual. Jika hubungan Anda dengan istri Anda sedang dalam keadaan tidak baik, aka masalah disfungsi seksual seperti impotensi kemungkinan merupakan salah satu tanda atau signal bahwa tubuh Anda mengatakan diantara Anda mempunyai masalah, maka harus dengan baik mencoba dalam menafsirkan isyarat tubuh tadi untuk bisa mengetahui dan memahami makna atau arti dari tanggapan tadi.
  2. Meninggalkan amarah diluar pintu
    Amarah yang bisa menyebabkan terjadinya rangsangan mengalami hambatan. Saat amarah sedang menguasai pikiran Anda, maka syaraf akan gagal dalam mengirimkan stimulus yang ada menuju ke hipotalamus, akibatnya hal ini akan menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi. Misalnya adalah cerita mengenai seorang pria yang baru saja bertengkar dengan istrinya mengenai masalah ekonomi. Perdebatan yang sangat sengit itu kemudian akan terus teringat hingga malam tiba.

Maka hal yang harus dilakukan dalam mencegah terjadinya disfungsi ereksi adalah dengan menceritakan amarah atau juga frustasi Anda pada pasangan Anda namun tidak di dalam kamar tidur. Jika anda menyimpannya begitu saja di dalam kepala maka hal ini akan sangat menghambat aliran dari darah untuk beredar menuju ke alat vital Anda. Dan tidak ada gunanya untuk bersaing dengan diri Anda sendiri. Apalagi jika usia Anda sudah memasuki usia kepala 4. Sangat wajar sekali jika Anda mulai kehilangan sebagian dari reflek atau spontanitas anda untuk kehidupan seksual Anda dibandingkan masa lalu.

Jika usia Anda masih muda, maka Anda tidak mempunyai tanggung hawab yang begitu besar, pikiran Anda masih dalam keadaan santai dan juga energi yang Anda miliki masih terbilang sangat besar. Namun itu waktu masa lalu, saat ini Anda sudah mulai mempunyai pekerjaan dan juga jadwal yang lebih padat lagi, serta pikiran Anda tidak lagi memikirkan hal-hal mengenai seks saja. Yang paling penting adalah bagaimana cara Anda dalam mengatasi stress. Karena pada usia tua biasanya stress akan jauh lebih tinggi dibandingkan disaat usia Anda masih muda dulu.

Jika memang hal ini masih belum mengatasi masalah disfungsi ereksi yang Anda alami, maka sebaiknya lakukanlah pemeriksaan ke dokter. Karena jika disfungsi ereksi yang terjadi selama 3 bulan secara berturut-turut yang ditakutkan adalah Anda mempunyai masalah pada gangguan medis. Dan sebaiknya jangan sembarangan dalam mengonsumsi segala jenis dari obat kuat yang banyak dijual pada internet atau juga dijual bebas tanpa resep dokter. Mengonsumsi obat yang tidak tepat walaupun menghasilkan suatu hal yang baik kadang bisa sangat berbahaya dan pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya masalah impotensi permanen. Anda bisa mengunjungi dokter, melakukan diagnosa dan melakuan tes yang tepat untuk mendapatkan pengobatan yang lebih tepat lagi.

Disfungsi Ereksi Obat

Posted in Disfungsi Ereksi | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Disfungsi Ereksi Dan Diabetes

Disfungsi Ereksi Dan DiabetesDiabetes melitus merupakan salah satu sebab umum impotensi atau disfungsi ereksi organik. Disfungsi ereksi dan diabetes  disebut juga dengan disfungsi ereksi esensial adalah suatu kondisi dimana penis penderita tidak pernah mengalami kemampuan untuk berereksi. Hal ini menyebabkan adanya cacat organ atau kerusakan organ. Misalnya adanya penyempitan pembuluh darah di organ kelamin sehingga oenis tidak mampu melakukan ereksi. Seperti diketahui fenomena ereksi terjadi karena mengembanganya pembuluh darah didaerah penis akibat desakan darah uang mengalir memenuhinya.

Disfungsi Ereksi Dan Diabetes

Disfungsi Ereksi Dan Diabetes

Disfungsi Ereksi

Disfungsi Ereksi Dan Diabetes melitus yang dapat merusak saraf dan pembuluh darah penis. Mekanisme terjadinya DE akibat psikogenik belum jelas diketahui namun pada keadaan tertentu seperyi ansietas (kecemasan yang berlebihan)yang menyolok kelihantannya terjadi aktifitas saraf simpatis yang berlebihan mengakibatkan meningkatkan tonus otot polos kavemosus yang akhirnya menyebabkan penis menjadi flaccid (lemah atau tonus menurun).

Dalam jangka panjang sendiri Disfungsi Ereksi Dan Diabetes akan menyebabkan kekrusakan pada sistem saraf yang bekerja aktif dalam proses terjadinya ereksi. Karena itu pria yang mengidap diabetes kemungkinan besar untuk mengalami disfungsi ereksi. Berkurangnya kemampuan unyuk mendapatkan dan atau mempertahankan ereksi penis saat berhubungan. Sebanyak sepertiga pia yang mengidap diabetes mengalami disfungsi ereksi.

Biasanya setelah menjalani diet hidup sehat, mengonsumsi pil atau mendapat suntikan insulin pada penyandang penyakit diabetes, dampak pada masalah seksualnya biasanya akan hilang dan kemampuan ereksi akan pulih.

Selain menyebabkan disfungsi ereksi, penyakit diabetes melitus juga bisa menyebabkan terjadinya masalah hiperglikemia atau terjadinya peningkatan pada kadar gila darah. dan jika terjadi dalam jangka waktaau panjang, maka penyakit diabetes yang tidak terkendali akan menyebabkan komplikasi yang akan semakin rumit lagi misalnya adalah seperti terjadinya gangguan pada jantung, penyakit stroke, kebutaan, kerusakan yang terjadi pada ginjal, infeksi pada kaki, dan juga masalah disfungsi ereksi. Tetapi, penyakit diabetes tidak akan menjadi suatu hal yang sangat menakutkan jika kita mengetahuinya dari awal. Oleh karena itulah, sangat penting sekali dalam mengetahui gejala awal dari penyakit diabetes melitus.

Gejala Penyakit Diabetes

Tanda penyakit diabetes melitus sendiri terdiri dari 2 cara gejala, yakni adalah gejala kronik dan juga gejala akut. Gejala kronik sendiri biasanya ditandai dengan banyak makan, banyak minum dan juga banyak kencing. Sedangkan untuk diabetes akut biasanya ditandai dengan kesemutan, kram, dan juga lainnya salah satunya adalah kemampuan seksual yang semakin menurun, bahkan dalam mengalami masalah disfungsi ereksi. Sekitar 50.9 persen dari pria yang mengalami masalah penyakit diabetes diperkirakan menderita kemampuan seksual yang semakin menurun. Disfungsi ereksi dan diabetes melitus bisa diakibatkan karena terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah ke penis. Hal ini akan sangat mengganggu sekali pada sistem saraf penis. Namun, selama dari urat saraf bisa memelihara dengan baik alat seksual tidak akan trganggu. Dan biasanya kemampuan dari seksual para penderita penyakit diabetes melitus masih tetap dalam keadaan normal. Dan sebaliknya jika mulai terjadi suatu kerusakan pada syaraf yang sudah berat dan juga sudah permanen maka biasanya pada penderita penyakit diabetes mereka akan mengalami masalah disfungsi ereksi yang tetap atau permanen.

Terapi Disfungsi Ereksi dan Diabetes

Terapi disfungsi ereksi pada diabetes dilakukan dengan terapinlini pertama yang dilakukan dengan pemberian obat oral, melakukan pompa vakum dan juga melakukan terapi psikoseskual. Obat oral yang memang pertama kali dibaerikan pada penderita penyakit diabetes adalah seperti pentoksifilin yang ternyata malah memberikan suatu hasil yang kurang memuaskan. Obat oral yang kemudian diberikan adalah sepert obat sildenafil. Obat ini biasanya digunakan hanya waktu melakukan hubungan seksual dan menunjukkan suatu hasil sekitar 48-61% penderita namun tanpa adanya suatu perbedaan pada penyakit diabetes tipe 1 yang bergantung dengan insulin sedangkan pada penyakit diabetes tipe 2 biasanya tidak akan bergantung dengan insulin. Dan secara umum, pompa dari vakum akan memberikan suatu hasil yang lebih baik lagi, namun sayangnya tidak ditemukan suatu laporan yang menunjukkan dalam menggunakan cara ini bisa berhasil pada penderita penyakit diabetes.

Selain itu, terapi disfungsi seksul yang kedua dilakukan adalah injeksi intrakavernosum dan juga aplikasi intrauretral. Injeksi intra korpus kavernosum yang menunjukkan suatu hasil yang baik pada sekitar 78% penderita disfungsi ereksi. Namun sekitar 60% diantaranya tidak melanjutkan terapinya lagi setelah melakukannya paling tidak selama 6 bulan. Dan aplikasi intrauretral ini bisa memberikan hasil sekitar 48-70%. Implantasi prostesis pada penis adalah terapi lini yang ketiga yang dilakukan. Tingkat keberhasilan pada cara ini bisa mencapai sekitar 80-90%. Namun harus diingat hal ini merupakan hal yang terakhir sekali dilakukan atau pilihan terakhir karena sekali prostesis yang diimplantasikan maka tidak ada cara lain lagi yang bisa dilakukan.

Dalam memilih terapi disfungsi ereksi memerlukan tindak lanjut yang harus dilakukan dengan terus menerus untuk rmelakukan suatu pemantauan mengenai efek samping atau juga memberikan suatu alternatif pada pengobatan yang baru saja dilakukan pada masalah disfungsi ereksi yang harus dilakukan untuk berkembang dengan lebih cepat.

Itulah informasi mengenai disfungsi ereksi pada diabetes semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua. Terimakasih.

Disfungsi Ereksi Dan Diabetes

Posted in Disfungsi Ereksi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment