Disfungsi Ereksi

Disfungsi EreksiDisfungsi ereksi (DE) merupakan maslah seksual yang dialami oleh pria di seluruh dunia. Pada tahun 1995 diperkirakan 152 juta pria mengalami disfungsi ereksi dan pada tahun 2025 jumlahnya akan menjadi 322 juta seiring dengan pertambahan jumlah manusia di dunia.

Disfungsi Ereksi

Disfungsi Ereksi

Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi adalah ketidakmmapuan mencapai atau mempertahankan ereksi penis untuk melakukan senggama yang memuaskan. Definisi dari disfungsi ereksi tersebut tidak berhubungan dengan pancapaian klimaks saat senggama atau orgasme. Pria yang mengalami disfungsi ereksi sudah pasti tidak bisa mencapai orgasme. Namun pria yang tidak bisa orgasme, belum tentu mengalami disfungsi ereksi.

Menurut Dr. Ponco, penyebab disfungsi ereksi dapat dibagi menjadi tiga, yakni psikogenik, organik dan campuran antara psikogenik dan organik. Penyeab psikogenik tersering adalah kecemasan dan depresi. Kecemasan mengganggu pembentukan dan pengolahan stimulus seksual. Hubungan antara disfungsi ereksi dan depresi belum diketahui secara pasti namun didapatkan angka kejadian disfungsi ereksi yang cukup tinggi di antara penderita depresi.

Sedangkan penyebab disfungsi ereksi secara organik atau alamiah disebabkan oleh usia, kebiasaan merokok, penyakit kardiovaskular, kencing manis, gangguan saraf dan penggunaan obat-obatan. Angka kejadian disfungsi ereksi meningkat secara bermakna seiring dengan pertambahan usia. Pada dekade keempat, sekitar 39% pria mengalami disfungsi ereksi dan angka ini meningkat menjadi 67% pada dekade ketujuh.

Merokok merupakan faktor risiko disfungsi ereksi baik dalam jangka waktu pendek maupun panjang. Gangguan terletak pada mekanisme veno-oklusi (penyempitan vena) yang berperan dalam proses ereksi. Merokok juga dapat menekan respon pengobatan terhadap disfungsi ereksi. Gangguan pada sistem kardiovaskular dapat mengganggu alian darah pada arteri kavernosa sehingga menyebabkan disfungsi ereksi. Penyebab tersering gangguan darah ini adalah ateroslerosis pada penderita penyakit ipertensi, diabetes mellitus dan dislipidemia.

Sekitar 35-75% penderita diabetes mellitus menderita disfungsi ereksi. Mekanisme disfungsi ereksi pada diabetes mellitus adalah multifaktorial terdiri atas faktor gangguan persarafan di otak dan penis, serta merupakan manifestasi dari adanya komplikasi mikrovaskular. Mekanisme terjadinya disfungsi ereksi pada penderita diabetes mellitus dimulai dari gangguan pada susuanan saraf pusat. Ditambah lagi dengan penurunan fungsi otot pada penis akibat gangguan persarafan tepi.

Pada pria yang mengalami penyakit persarafan juga rentan mengalami disfungsi ereksi. Kelainan pada otak seperti multiple sklerosis, epilepsi, parkinson, stroke dan alzheimer merupakan penyebab disfungsi ereksi tersering akibat gangguan saraf.

Merokok adalah kebiasaan buruk yang dapat mengakibatkan dampak yang tidak baik bagi kesehatan. Baik kesehatan fisik maupun untuk kesehatan seksual. Biasanya di setiap bungkus rokok akan tertulis dampak dari merokok, salah satunya adalah impotensi. Impotensi dalam dunia medis dikenal dengan penyakit gangguan disfungsi ereksi.

Disfungsi ereksi sendiri adalah ketidakmampuan penis biasa atau berulang untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi. Sebagian besar pria pernah ata akan mengalami masalah dengan kualitas ereksi mereka. Masalah itu dapat berupa kesulitan mereka dalam mencapau dan mempertahankan eteksinya pada saat-saat tertentu, ereksi tidak sekeras biasanya, atau sering tidak akan dapat mencapai ereksi sesuai dengan yang dinginkannya.

Penyebab Disfungsi Ereksi

Penyebab dari disfungsi ereksi sendiri adalah :

  • Gangguan hormonal karena kelenjar tumor hipofisis, tingkat rendah atau abnormal tinggi hormon testosteron.
  • Gangguan artery (penyakit hipertensi, pembuluh darah, aliran darah ke penis berkurang).
  • Kebocoran vena.

Selain beberapa hal diatas, masih banyak lagi penyebab yang mengakibatkan disfungsi ereksi. Rokok merupakan racun yang dapat menyebabkan banyak penyakit berbahaya. Rokok  dapat meningkatkan resiko disfungsi ereksi sekitar 50 persen, karena merokok dapat merusak pembuluh darah, nikotin mempersempit arteri sehingga mengurangi aliran darah dan tekanan darah ke penis.

Obat Disfungsi Ereksi

Bila seseorang sudah mengalami impotensi, maka dapat menjadi peringatan diri bahwa rokok sudah merusak daerah lain ditubuh. Pembuluh darah ke penis kemungkinan juga akn terpengaruh karena merupakan pembuluh darah yang kecil dan dapat mengakibatkan disfungsi ereksi/impoten.

Beberapa jenis obat juga menyebabkan disfungsi ereksi diantaranya adalah obat antihipertensi dan beberapa jenis obat antidepresi. Berhati-hatilah dan selalu minta nasihat dokter jika Anda ingin mengkonsumsi obat-obatan tersebut dalam jangka waktu lama. Selain hal-hal diatas, beberapa penyakit yang berkaitan dengan organ reproduksi pria juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Seperti tumor atau kanker, peradangan atua infeksi di organ genital harus dipertimbangkan karena dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

Salah satu cara yang bisa dilakukan dalam mencegah terjadinya disfungsi ereksi adalah dengan mengonsumsi selai berry. Buah-buahan dengan warna yang gelap seperti blackberry, bullberry, dan elderberru merupakan salah satu jenis buah dengan kandungan kadar tinggi anthocyanin, antioksidan yang kuat yang bisa mendukung dari ereksi semakin kuat. Dan penelitian yang dilakukan menemukan bahwa kandungan anthocyanin yang ada di dalam berry membantu mempertahankan oksida nitrat yang bisa membantu dalam membersihkan radikal bebas yang menjadi penyebab dari penyempitan arteri.

Sebaiknya untuk mencegah terjadinya disfungsi ereksi, maka jauhilah stress yang bisa mempengaruhi kondisi psikologis seseorang. Namun ketegangan yang biasanya berlangsung dengan terus menerus maka hal ini akan berdampak pada terjadinya masalah disfungsi ereksi. Karena, stress yang terjadi dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan tubuh dengan lebih cepat dalam melepas epinefrin, yang merupakan salah satu adrenalin yang bisa langsung pada arteri dan kemudian mengacaukannya.

Disfungsi Ereksi

Posted in Disfungsi Ereksi | Tagged , , , , , , , , | Comments Off

Disfungsi Ereksi Pasca Stroke

Disfungsi Ereksi Pasca StrokeStroke bisa menyebabkan suatu keadaan yang sangat melemahkan dan seringkali berjalan selama beberapa bulan, bahkan lebih lama lagi. Di antara berbagai keprhatinan yang terjadi, banyak pasien stroke dan pasangannya selalu bimbang dan cemas tentang kelanjutan kehidupan seksnya.

Disfungsi Ereksi Pasca Stroke

Disfungsi Ereksi Pasca Stroke

Penyakit Stroke

Penyakit Stroke dapat mengganggu fungsi seksual dan hasrat dengan berbagai cara. Beberapa penderita pria dan wanita ragu untuk melanjutkan aktivitas seksual pasca stroke, karena takut bahwa akan menyebabkan suatu serangan stroke lagi. Walaupun demikian, lain-lain penderita stroke masih ada hasrat seksual, namun mengalami berbagai problematik dalam segi pelaksanaannya; untuk pria dalam segi ereksi, orgasme dan ejakulasi dan untuk wanita dalam hal pelumasan bagian intim wanita dan orgasme. Posisi seks yang biasanya menyenangkan, menjadi sukar atau tak mungkin. Terdapat juga faktor-faktor psikologis yang dapat mengganggu hubungan berpasangan tersebut.

Aktivitas seks bergantung dari berat ringannya stroke yang diderita, maka doperlukan waktu seelum pasien merasa cukup sembuh untuk melakukan hubungan seks lagi, bersamaan dnegan aktivitas lain yang sebelumnya merupakan hal yang rutin. Bila ia belu siap melakukan hubungan seks, maka ia serangan stroke lagi. Walaupun demikian, lain-lain penderita stroke masih ada hasrat seksual, namun mengalami berbagai problematik dalam segi pelaksanaannya; untuk pria dalam segi ereksi misalya Disfungsi Ereksi Pasca Stroke , orgasme dan ejakulasi dan untuk wanita dalam hal pelumasan bagian intim wanita dan orgasme. Posisi seks yang biasanya menyenangkan, menjadi sukar atau tak mungkin. Terdapat juga faktor-faktor psikologis yang dapat mengganggu hubungan berpasangan tersebut.

Aktivitas seks bergantung dari berat ringannya stroke yang diderita, maka diperlukan waktu seelum pasien merasa cukup sembuh untuk melakukan hubungan sks lagi, bersamaan dengan aktivitas lain yang sebelumnya merupakan hal yang rutin. Bila ia belum siap melakukan hubungan seks, maka ia dapat memberikan atau menerima kesenangan seks dengan cara-cara lain (mencium, bercumbu dan berpelukan).

Kadang-kadang penderita pasca stroke kehilangan hasrat seksual yang bisa terjadi sebagai akibat langsung dari stroke yang mengenai berbagai bagian otak yang biasanya memotori pesan-pesan untuk respons seksual dan menyebabkan terjadinya Disfungsi Ereksi Pasca Stroke namun juga bisa disebabkan oleh penyebab-penyebab lain seperti obat yang dikonsumsi. Bahkan pada fungsi seksual yang masih baik, bisa terjadi gangguan hasrat seksual, karena anksietas, gangguan penampilan diri, depresi dan faktor emosional yang ada hubungannya dengan keadaan pasca stroke.

Bila pada pria maupun wanita pasca stroke, masih mengalami gangguan kehilangan libido berbulan-bulan setelah stroke, diperlukan pemeriksaan yang dapat menentukan penyebabnya. Bila penyebab stroke adalah obat-obatan, maka dicari penggantinya atau penurun dosis yang mengurangi efek samping. Pada keadaan pasca stroke seringkali terdapat anksietas, depresi. Maka diperlukan counseling psikologis yang sama pentingnya dengan perawatan fisik dan rehabilitasi.

Bila problem Disfungsi Ereksi Pasca Stroke tetap masih ada, maka pasien bersama pasangannya sebaiknya mendapatkan konseling dari seorang psikolog atau seksuolog. Bila ada gangguan fungsi seksual pada keadaan pasca stroke, maka biasanya lebih banyak mengenai pelaksanaan seksual daripada dalam hasrat seksual, terutama pad aperiode ini setelah terjadinya stroke. Kelemahan, kelumpuhan, perubahan dalam keadaan badan dan kehilangan sensasi semunya dapat mengganggu seperti depresi. Karena adanya kelumpuhan atau kelemahan, maka terjadi kesukaran dalam berbagai posisi seksual yang sebelumnya disenangi, sehingga diperlukan penyesuaian dan eksperimentasi beberapa posisi yang lain untuk menemukan mana yang terbaik.

Penderita stroke berulang atau memiliki potensi stroke kembali sebaiknya menghindari hubungan intim, sama halnya bila terdapat aneurisma di pembuluh darah otak sebaiknya menahan diri dulu sampai dilakukan koreksi yang adekuat. Terdapat bermacam-macam kesenangan lain yang bisa dinikmati, berhubungan seks tidak selalu dengan penetras

Cara Mencegah Disfungsi Ereksi Pasca Stroke

Beberapa hal yang harus dijaga dan juga dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit stroke untuk membuat hubungan seksual Anda menjadi semakin baik lagi adalah :

  1. Melakukan olahraga secara teratur. Olahraga merupakan salah satu aktivitas fisik yang bisa membantu dalam menyehatkan semua anggota tubuh Anda. Selain itu olahraga juga bisa membantu dalam membuat kesehatan jantung menjadi semakin meningkat dan membantu membuat tekanan darah menjadi semakin normal.
  2. Mendapatkan berat badan ideal. Berat badan yang ideal yang tidak terlalu kurus atau juga tidak terlalu gemuk bisa membantu dalam meningkatkan kesehatan pada tubuh Anda.
  3. Mengonsumsi makanan yang sehat. Untuk mengonsumsi makanan yang sehat maka sangat dibutuhkan mengonsumsi jenis makanan seperti buah-buahan dan juga berbagagi jenis sayuran yang warnanya hijau serta baik dalam membantu mencukupi kebutuhan dari nutrisi tubuh Anda.
  4. Menjauhi aktivitas fisik yang kurang baik. Misalnya adalah dengan merokok, merokok merupakan salah satu bentuk kebiasaan buruk yang bisa membuat beberapa organ tubuh menjadi sehat. Dan disamping itu, merokok bisa mengakibatkan terjadinya masalah penyakit hipertensi dan juga penyakit jantung. Kedua hal ini bisa membuat resiko dari penyakit stroke menjadi semakin meningkat.
  5. Jangan minum minuman yang mengandung alkohol. Sebaiknya hentikanlah kebiasaan dalam mengonsumsi jenis minuman yang mengandung alkohol.
  6. Jangan mengonsumsi makanan yang bisa memicu terjadinya gangguan kesehatan misalnya adalah makanan seperti junk food. Karena jenis makanan ini  bisa menyebabkan terjadinya masalah pada gangguan kesehatan.

Disfungsi Ereksi Pasca Stroke

Posted in Disfungsi Ereksi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Disfungsi Ereksi Pada Penderita Kronis

Disfungsi Ereksi Pada Penderita Kronis – Perkara ranjang kerap menjadi obrolan yang tiada habis untuk diperbincangkan. Meski butuh, masyarakat masih ada yang terkesan malu untuk membicarakannya secara terbuka. Tidak heran, saat mengalami suatu problem seks, mereka berusaha mencari jawab dengan cara sembunyi-sembunyi. Sumbernya pun bermacam-macam, dari kerabat, rekan sejawat hinga buku atauun media cetak dewasa, sangat jarang berfikir untuk pergi ke dokter. Fenomena ini pula yang kerap dialami sebagian besar penderita penyakit kronis seperti penyakit jantung, penyakit diabetes, penyakit asma, rematik dan penyakit kronis lainnya yang mengganggu hubungan seksual Anda dan pasangan saat di ranjang.

Disfungsi Ereksi Pada Penderita Kronis

Disfungsi Ereksi Pada Penderita Kronis

Disfungsi Ereksi

Menjamurnya anggapan bahwa urusan seks tabu dan memalukan untuk dibicarakan, membuat banyak pasien memilih bungkam atau menempuh jalan pintas. Lalu apa yang harus dilakukan oleh pasien penyakit kronis ini dengan gangguan disfungsi ereksi?

Bagi orang sakit, Disfungsi Ereksi Pada Penderita Kronis dalam hubungan seks bukanlah kebutuhan utama karena yang paling penting adalah bagaimana caranya sembuh dari sakit. Namun hasrat seks bisa hadir kapan saja dan dalam kondisi apapun. Menunggu sembuh bisa berarti tidak pernah berhubungan seks sama sekali. Atau masih bergairah tetapi secara fisik memang tidak memungkinkan.

Mereka para pria yang masih dalam usia produktif dan terserang penyakit kronis, masih memiliki hasrat akan keinginan seksual yang cukup tinggi. Namun sering kali beberapa penyebab dari suatu penyakit yang cukup serius memberi dampak pada kualitas hubungan seksual hingga mengancam kemampuan pria dalam berhubungan intim yakni disfungsi ereksi. Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan pria dalam mencapai atau mempertahankan ereksi penis yang cukup untuk melakukan senggama yang memuaskan.

Faktor penyebab dari penyakit ini dipengaruhi oleh peran penyakit itu sendiri sebagai faktor terjadinya disfungsi ereksi, seperti faktor psikis, faktor fisik atau kombinasi faktor psikis dan fisik secara bersamaan.

Penyakit yang melatar belakangi Disfungsi Ereksi Pada Penderita Kronis ada berbagai macam penyakit seperti penyakit jantung, penyakit hipertensi, arterioklerosis, kolesterol, triglieserida yang tinggi (dislipidemia), diabetes mellitus, sindroma metabolik, gagal ginjal kronis, dan penyakit lainnya yang membawa pengaruh pada gangguan disfungsi ereksi.

Selain berobat Disfungsi Ereksi Pada Penderita Kronis seorang pria yang mengalami gangguan penyakit kronis juga harus melakukan hubungan intim yang baik dan teratur. Dengan merasakan orgasme, maka tubuh akan rileks karena tubuh mengeluarkan endorphin yang akan berdampak pada imunitas tubuh manusia yang lebih baik. hubungan intim yang baik dan teratur dapat juga sebagai petunjuk tingkat kesehatan seseorang.

Cara Mencegah Disfungsi Ereksi pada Penderita Kronis

Beberapa hal yang bisa membantu dalam mencegah terjadinya disfungsi ereksi pada penderita kronis adalah :

  1. Melakukan diet seimbang
    Diet yang tinggi serat dan juga mengonsumsi jenis makanan seperti kacang-kacangan merupakan salah satu hal yang sangat baik dalam membantu mencegah terjadinya disfungsi ereksi. Jika Anda merupakan salah seorang yang gemar mengonsumsi jenis makanan seperti junk food maka mulailah saat ini untuk menghindarinya. Menerapkan pola makan yang baik misalnya mengonsumsi jenis makanan dengan kandungan sayuran dan juga buah-buahan di dalamnya sangat baik dalam mencegah terjadinya disfungsi ereksi. Jantung dan juga penis pria sangat berkaitan, dan demikian juga para ahli yang memaparkan mengenai hal tersebut. Segala sesuatu yang baik bagi jantung maka akan sangat baik juga untuk penis pria.
  2. Menjaga ukuran berat badan
    Hal yang paling penting dalam mencegah terjadinya masalah disfungsi ereksi atau penyakit lemah syahwat atau impotensi adalah dengan tetap menjaga ukuran berat badan Anda dalam keadaan ideal. Berat badan yang tidak ideal sifatnya hanya menyebabkan tubuh menjadi lebih rentan dalam terserang penyakit dan bisa menjadi salah satu pemicu terjadinya penyakit diabetes tipe 2 yang bisa membuat aliran darah menuju ke penis mengalami kerusakan dan pada akhirnya mengakibatkan terjadinya disfungsi ereksi.
  3. Melakukan olahraga secara teratyr
    Olahraga yang dilakukan dengan teratur akan membantu dalam meningkatkan kesehatan dari fungsi seksual seorang pria yang dilakukan dengan cara yang lebih baik lagi. Olahraga yang dilakukan misalnya dengan berenang, jogging, dan juga aerobik akan membantu dalam menjaga kesehatan tubuh Anda. Namun harus diingat sebaiknya melakukan olahraga yang ringan saja, dan jangan melakukan olahraga yang bisa memberikan tekanan pada perineum, yakni adalah daerah sekitar anus dan skrotum. Olahraga bersepeda yang dilakukan dalam jangka waktu panjang dan dilakukan dengan berlebihan akan mengakibatkan terjadinya masalah disfungsi ereksi.
  4. Menghindari hubungan seksual yang beresiko
    Cara mencegah disfungsi ereksi lainnya adalah dengan menghindari kegiatan seksual yang bisa mengakibatkan dari terjadinya masalah cedera pada penis. Seperti misalnya adalah melakukan penetrasi di saat vagina masih belum keadaan berpelumas dengan baik. Atau sebaiknya Anda memastikan bahwa penis Anda tidak terpeleset keluar dari dalam vagina dan kemudian membentur bagian atau daerah yang keras. Jika Anda mempunyai pasangan dan bergerak dengan sedemikian rupa disaat sedang melakukan hubungan seksua, sehingga membuat penis Anda menjadi sakit, maka sebaiknya jangan membungkuk. Katakanlah pada pasangan, sebenatar untuk berhentu dari aksinya.

Itulah informasi mengenai disfungsi ereksi pada penderita kronis dan juga cara mencegah disfungsi ereksi, semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua. Terimakasih.

Disfungsi Ereksi Pada Penderita Kronis

Posted in Disfungsi Ereksi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Impotensi Disfungsi Ereksi

Impotensi Disfungsi Ereksi – Tidak hanya ejakulasi dini, masalah seksuaitas acapkali ditenggarai oleh kondisi disfungsi ereksi pada pria. Ada dua kategori kondisi Impotensi Disfungsi Ereksi pada pria kategori berat dan kategori ringan. Kategori berat adalah ketika ditemui penis mengalami kegagalan ereksi sama sekali sekalipun sudah mengalami stimulasi seksual.

Impotensi Disfungsi Ereksi

Impotensi Disfungsi Ereksi

Impotensi Disfungsi Ereksi

Untuk penanganan Impotensi Disfungsi Ereksi diperlukan pihak ahli kesehatan yang berkompetensi khusus. Kategori ringan adalah kondisi dimana penis hanya dapat bereaksi dengan tingkat ereksi separuh dari maksimal, ataupun ereksi tidak dapat berlangsung lama.

Sebelum membahas mengenai kiat mengatasi disfungsi ereksi, harus diketahui lebih dulu penyebab dari disfungsi ereksi. Umumnya kondisi disfungsi ereksi dilatar belakangi oleh kondisi :

  • Kendala kelainan fisik (saraf, pembuluh darah, penis dsb)
  • Obat-obatan
  • Masalah psikis (stres, depresi dll)
  • Cidera penyakit (diabetes, penyakit stroke, tulang belakang dsb)
  • Alkohol dan rokok

Cara Mengatasi Disfungsi Ereksi

Untuk mengatasi Impotensi Disfungsi Ereksi, dapat ditempuh beberapa kiat alami berikut ini, antara lain :

1. Lakukan general check up

Hal ini untuk mengetahui apakah terdapat pencetus faktor dari penyakit (diabetes, sumbatan pembuluh darah, dll). Jika ditemukan pencetus disfungsi ereksi dari faktor penyakit, maka langkah berikutnya adalah menekan risiko tersebut dengan mengobati atau menurunkan risiko dari penyakit yang ada guna tidak berdampak meluas.

2. Jalani gaya hidup bebas stres

Olahraga rutin dikenal lama sebagai a-quick-perfect-instant-get-away dari stres. Telusuri pencetus stersor (penyebab stres) atasi dengan bijaksana agar stress tidak berdampak meluas pada fisik tubuh. Dari olahraga, tubuh akan mengalami kembali kelancaran peredaran darah, kestabilan hormonal, hingga mempengaruhi kepada peningkatan gairah seks dan peningkatan kemampuan ereksi.

3. Penuhi kebutuhan nutrisi adekuat

Olahraga rutin perlu diimbangi dnegan asupan bernutrisi yang tepat bagi kebutuhan tubuh. Dimana dibutuhkan kondisi tubuh yang sehat dan bugar untuk dapat memperbaiki kemampuan ereksi yang dibutuhkan. Perbanyak makan buah dan sayuran. Kandungan alami yang dimiliki bawang putih sudah dikenal lama dalam memperlancar peredaran darah, dimana proses ereksi sangat membutuhkan peran proses kelancaran peredaran darah dari tubuh.

4. Konsumsi asupan vitalitas

Jangan sembarang minum obat kuat. Jika Anda memutuskan untuk mengkonsumsi obat kuat, maka konsultasikan terlebih dahulu ke dokter Anda untuk mengkonsumsi obat kuat, maka konsultasikan terlebih dahulu ke dokter Anda untuk meninjau segi keamanannya. Pilihlah asupan suplemen yang bersifat alami seperti buah maca dikenal juga sebagai nama peruvian ginseng. Dimana buah ini secara turun menurun di daerah Amerika Selatan telah dikenal lama dapat meningkatkan libido dan kemampuan ereksi dengan membangun tubuh yang sehat melalui asupan nutrisi yang menyehatkan tubuh. Kini banyak beredar di pasaran suplemen yang berbahan aktif ekstrak buah maca untuk tujuan meningkatkan vitalitas seks yang dikehendaki.

Beberapa jenis olahraga dibawah ini bisa membantu dalam mencegah impotensi disfungsi ereksi adalah :

  1. Aerobik
    Salah satu studi atau penelitian yang dilakukan mengenai aerobik menghitung fungsi erekis. Dan diketahui pada sekitar 385 pria yang berpartisipasi akan penelitian ini menunjukkan bahwa hasil yang positif dan juga mengalami suatu peningkatan pada kualitas ereksi mereka setelah mereka melakukan latihan aerobik.
  2. Latihan pelvic floor
    Pada biasanya latihan otot panggul yang dilakukan oleh wanita dalam membantu mengencangkan kembali daerah otot-otot yang ada di sekitar vagina setelah mereka melahirkan. Namun penelitian terbari yang dilakukan menyebutkan bahwa jenis latihan tadi juga sangat baik bagi pria yang mempunyai masalah dengan ereksi. Salah satu studi yang dilakukan pada sekelompok peneiti, dan hasil penelitian menunjukkan bahwa melatih otot panggul yang akan membantu dalam menguatkan otot-otot pada penis dan bisa membantu dalam menyembuhkan daerah disfungsi ereksi, ejakulasi dini dan juga dribbing atau air seni yang menetes setelah melakukan buang air kecil. Peneliti lainnya yang melakukan suatu penelitian menunjukkan bahwa latihan panggul akan membantu dalam meningkatkan kualitas dari orgasme.
  3. Berenang
    Olahraga renang akan membantu dalam mencegah terjadinya masalah disfungsi ereksi. Berenang akan melibatkan bagian otot tubuh yang banyak yang akan bergerak di dalam air. Tangan, kaki, otot yang ada pada daerah kelamin kemudian akan bergerak dengan cepat. Dan pada akhirnya akan menyebabkan jantung lebih banyak dalam mengalirkan darah ke daerah paru-paru dan kemudian akan meningkatkan kesehatan. Tekanan air disaat Anda sedang berenang akan membantu Anda dalam meningkatkan fungsi keseimbangan yang ada di dalam tubuh sehingga daerah aliran darah akan menjadi lebih lancar lagi. Dan biasanya setelah berenang pria akan merasa lebih segar lagi.
  4. Jalan kaki
    Jalan kaki atau jogging adalah salah satu olahraga ringan yang bisa membantu dalam mencegah terjadinya disfungsi ereksi. Selain itu, olahraga ini juga membantu dalam meningkatkan penampilan atau performa seksual dan salah satunya adalah dalam memperbaiki fungsi ereksi. Yang paling utama adalah untuk mereka yang menderita obesitas.

Pria yang jarang melakukan olahraga akan mengurangi dari resiko terjadinya masalah disfungsi ereksi. Dengan cara meakukan aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur maka hal ini akan membantu dalam membakar paling tidak sekitar 200 kalori dalam sehari. Dan salah satu aktivitas fisik yang paling pas adalah dengan berjalan kaki paling tidak selama 3 kilometer.

Impotensi Disfungsi Ereksi

Posted in Disfungsi Ereksi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Terjadinya Disfungsi Ereksi

Penyebab Terjadinya Disfungsi Ereksi – Disfungsi ereksi merupakan ketidakmampuan untuk memulai ereksi dan mempertahankan ereksi. Hal ini menyebabkan pria tidak sanggup menjaga ereksi penisnya ketika berhubungan seksual. Disfungsi ereksi ini berupa penis yang tidak cukup keras atau tidak bisa dipertahankan sehingga tidak menghasilkan hubungan seksual yang memuaskan. Tentu fungsi ereksi ini merupakan problematika tersendiri dalam rumah tangga, bahkan berdampak negatif pada keharmonisan rumah tangga. Disfungsi ereksi sering juga disebut impotensi.

Penyebab Terjadinya Disfungsi Ereksi

Penyebab Terjadinya Disfungsi Ereksi

Disfungsi Ereksi

Banyak orang mengira bahwa kemampuan seksual itu berhubungan dengan masalah keturunan. Artinya seberapa banyak sepasang suami istri bisa memiliki momongan. Padahal masalahnya lebih serius dari itu. Setiap pasangan yang tidak memiliki keturunan namun masih bisa melakukan kegiatan seksual bersama pasangannya, biasanya masih akan tetap langgeng. Rumah tangganya berjalan apa adanya dan cukup kuat.

Namun apabila antara keduanya sudah tidak ada ketertarikan secata fisik, maka inilah tanda-tanda penyebab pereraian pada tingkat yang sudah paling parah. Karena tidak ada lagi yang bisa mengikat mereka dalam pertalian suci perkawinan.

Kesulitan ereksi atai disfungsi ereksi pada pria dapat disebabkan oleh beberapa faktor Penyebab Terjadinya Disfungsi Ereksi, yakni sebagai berikut :

  • Penyebab Terjadinya Disfungsi Ereksi akibat Rendahnya gairah seks. Hal ini sering mengurangi kemampuan seorang pria untuk ereksi atau mempertahankan ereksi. Pasangan harus mengambil peran aktif untuk membantu pria dalam mencapai ereksi atau justru mempertahankan ereksinya
  • Kecemasan dan gugup. Perasaan cemas dan gugup karena memikirkan hubungan seks dengan pasangan baru atau tidak percaya diri, bisa menimbulkan kegagalan ereksi. Hal ini wajar dan biasanya setelah hubungan semakin dekat, masalah itu akan hilang dengan sendirinya.
  • Faktor usia. Seks di usia lanjut memang tidak akan segairah saat usia muda. Dengan bertambahnya usia, mungkin akan lebih sulit berereksi dan mungkin memerlukan rangsangan tambahan.
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu. Obat-obat yang mengandung antidepresan dan anti-asientas bisa menghilangkan kemampuan ereksi. Walau biasanya bersifat sementara, namun sebaiknya tanyakan hal ini kepada dokter.

Penyebab Terjadinya Disfungsi Ereksi adalah faktor psikologis seperti stres, depresi dan perasaan berdosa. Juga berhubungan dengan penyakit yang disebabkan kerusakan pembuluh darah, seperti penyakit jantung, hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes mellitus, gagal ginjal dan penyakit anemia. Pengaruh pemakaian obat, mengonsumsi alkohol dan merokok secara berelbihan juga dapat memicu terjadinya disfungsi ereksi.

Pengobatan impotensi dapat dilakukan setelah kita mengetahui apa penyebab pastinya. Untuk menenrukan penybebab impotensi sendiri memerlukan pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan lainnya.

Penyembuhan Disfungsi Ereksi

Pemberian hormon testosteron

Pemberian hormon testosteron sebagai penggangti (replacement therapy) ini digunakan untuk : mengatasi depresi, mengurangi kulita yang keriput, mencencangkan otot-otot yang kendor, meningkatkan kualitas hidup, melancarkan pengeluaran air seni.
Tindakan ini berhasil meningkatkan gairah seksual bagi penderita yang kadar testosteron dalam darahnya memang rendah.

Pada waktu pemberian pengobatan hormon testosteron, perlu dilakukan pula kntrol pemeriksaan-persentase jumlah sel darah merah (eritrosit) di dalam seluruh volume darah (hematokrit), fungsi hati, dan prostat (dengan pemeriksaan prostat spesifik antigen)- setiap 3 bulan. Apabila hematokrut penderita mencapai >54%, sebaiknya pengobatan dihentikan.

Selain penanganan medis, dapat dilakukan dengan cara alami yaitu dengan bahan herbal :100 gr terung, 5 gr merica, dan 15 gr jahe direbus dengan 600 cc air sehingga tersisa 200 cc disaring lalu airnya diminum.

Beberapa hal yang harus dilakukan dalam mencegah terjadinya disfungsi ereksi adalah :

  1. Mengatasi dengkuran
    Orang yang biasanya senang mendengkur disaat sedang tidur berarti mereka mengalami masalah akibat kekurangan oksigen. Dan termasuk salah satunya adalah oksigen yang mengalir menuju ke organ intim. Dengkurang yang ringan ini bisa diatasi dengan cara meninggikan kepala disaat Anda sedang tidur, karena akan membantu dalam mengubah gravitasi pada bagian jaringan yang lunak di daerah tenggorokan. Selain itu, cara mengatasi masalah disfungsi ereksi juga bisa dilakukan dengan mengonsumsi coklat hitam. Coklat merupakan salah satu jenis makanan yang bisa membantu dalam mengatasi masalah disfungsi ereksi akibat kandungan epicatechin, flavonoid yang bisa membuat terjadinya pelebaran pada pembuluh darah. dan salah satu penelitian yang dilakukan menyebutkan bahwa mengonsumsi paling tidak sekitar 1 bar cokelat gelap dalam setiap harinya maka akan membantu dalam melebarkan pembuluh darah sebanyak 10 persen.
  2. Latihan kegel
    Selain itu, salah satu cara mengatasi masalah disfungsi ereksi adalah dengan melakukan latihan kegel. Latihan kegel bisa membantu dalam menguatkan otot panggul. Salah satu studi atau penelitian yang dilakukan pada sekitar 55 pria untuk mereka yang menderita masalah impotensi akan menunjukkan sekitar 40 persen pria yang melakukan latihan kegel dalam setiap harinya selama 6 bulan berturut-turut, maka mereka berhasil dalam mengembalikan lagi fungsi seks yang normal. Senam kegel untuk pria hampir mirip dengan wanita, yakni adalah dengan cara melatih daerah otot pelvic, seperti misalnya adalah menahan keinginan untuk buang air kecil yang bisa saja dilakukan dengan dimana dan juga dilakukan kapan saja. Lakukan kontraksi yang dilakukan paling tidak 18 kali dan masing-masingnya dilakukan sekitar 10 detik dalam sehari.

Itulah informasi mengenai cara mengatasi disfungsi ereksi. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua. Terimakasih.

Penyebab Terjadinya Disfungsi Ereksi

Posted in Disfungsi Ereksi | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Mengatasi Disfungsi Ereksi

Mengatasi Disfungsi Ereksi – Pada laki-laki neuropati menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi (impoten). Keadaan itu juga disadari oleh penyempitan pembuluh darah halus dengan kelainan saraf.  Disfungsi ereksi merupakan komplikasi yang paling menakutkan oleh para diabetisi laki-laki.

Mengatasi Disfungsi Ereksi

Mengatasi Disfungsi Ereksi

Disfungsi Ereksi Pada Pria

Sebenarnya disfungsi ereksi dapat terjadi karena beberapa hal lain, diantaranya beban psikis yang paling umum adalah karena usia tua. Pada diabetisi, disfungsi ereksi dapat terjadi pada usia yang relatif muda tanpa sebab lain, dan makin cepat terjadi apabila gula darah selalu tinggi, serta adanya kebiasaan merokok.

Disfungsi ereksi juga bisa disebabkan oleh beban spikologis dan karena obat-obat tertentu (misalnya Thiazid dosisi tinggi). Oleh karena itu, dokter harus menyingkirkan sebab-sebab itu untuk sampai pada diagnosis bahwa disfungsu ereksi tersebut karena diabetes. Setelah itu akan dianjurkan pengendalian gula darah yang baik sambil dipikirkan pemberian obatnya. Disamping itu untuk laki-laki ada pula tindakan invasif atau pemakaian alat-alat yang terkadang ditawarkan oleh dokter.

Disfungsi ereksi merupakan kegagalan dalam mempertahankan tingkat ereksi (ketegangan) penis untuk berlangsungnya hubungan seksual yang sempurna. Gangguan ini dikenal dengan istilah impotensi. Secara umum, disfungsi ereksi atau lemah syahwat juga menyangkut perubahan fungsi dan kemampuan seksual, seperti kualitas dan intensitas ejakulalsi.

Pemacu ereksi pada pria dapat berasal dari rangsangan erotik dan non-erotik. Rangsangan erotik dapat berasal dari rangsangan fisik yang mengenai glans penis. Rangsangan erotik psikogenik dari pandangan, suara, bau, lamunan, fikiran, dan mimpi. Pemacu non-erotik biasanya karena adanya rangsangan pada ala kelamin bagian dalam, vesika seminalis, prostat, epididimis, atau kandung kemih yang penih, sembelit usus besar bagian bawah. Rangsangan ini akan diteruskan ke jalur refleks ereksi. Refleks ereksi membutuhkan reseptor mekanik serat motorik dan sensorik, baik otonom maupun somatik yang utuh. Kerusakan atau gangguan pada jalur refleks ereksi tersebut akan mengganggu mekanisme ereksi.

Penyebab gangguan utama ereksi adalah penurunan kadar nitrogen monoksida penyebab penuaan sehubungan dengan penyakit pembuluh darah. Jalan aliran darah dalam tubuh anda (yang sebagian besar ditandai dengan pengerasan arteri) menunjukkan kemampuan tubuh dalam memelihara dan membangun ereksi.

Kenyataannya gangguan ereksi merupakan prekursor dari masalah jantung, sehingga apabila anda atau pasangan anda mengalami ereksi sangat penting untuk menemukan penanganan yang sesuai, tidak hanya mencari posisi berbaring yang nyaman namun juga memastikan bahwa tempat anda berbaring berikutnya bukanlah diatas meja operasi.

Walaupun kita menganggap testosteron sebagai sumber utama penggerak seks pada pria dan wanita, perlu diketahui ada hormon-hormon lain yang mempengaruhi energi dan gairah seks secara keseluruhan. DHEA, misalnyaerubah menjadi testosteron, sementar hormon pertumbuhan diakui memiliki beberapa kesamaan sifar dengan testosteron, seperti memicu peningkatan massa otot dan membuat perut anda membuncit.

DHEA adalah hormon steroid yang mirip dengan testosteron dan estrogen dan nantinya diubah menjadi kedua hormon tersebut, DHEA telah dipasarkan sebagai penyembuh serbaguna yang memperbaiki setiap kerusakan sistem tubuh. Satu masalah besar DHEA dianggap sebagai suplemen makanan, sehingga tidak diawasi ketat oleh FDA. Masalah lain, karena DHEA termasuk golongan steroid, ia memiliki efek samping jangka panjang yang sama dengan steroid lain, seperti kanker dan melemahnya sistem imun. Sesuatu yang membuat anda merasa baik belum tentu baik untuk anda. Meskipun demikian, DHEA efektif untuk memulihkan energi dan stamina, serta gairah seks yang menurun.

Cara Mengatasi Disfungsi Ereksi

Mengatasi disfungsi ereksi bisa dilakukan dengan cara :

  1. Diet
    Mengatasi disfungsi ereksi dengan melakukan diet merupakan salah satu jalan yang baik. Sebelum Anda melakukan konsultasi ke dokter, maka sebaiknya lihat dulu lemak pada perut Anda. Apakah Anda merupakan salah seorang penderita dari masalah obesitas. Jika memang ya, maka sebaiknya mulailah dalam mengatasi masalah obesitas dari sekarang untuk mencegah terjadinya disfungsi ereksi.
  2. Melakukan olahraga
    Pola makan dan juga olahraga yang teratur merupakan dua hal yang sangat penting sekali untuk dilakukan. Jadi selain Anda melakukan program diet Anda, maka sebaiknya Anda juga mulai membiasakan diri kita dalam melakukan olahraga. Dengan begitu maka hal itu bisa membantu dalam meningkatkan performa atau penampilan Anda diatas ranjang agar tetap dalam keadaan lebih terjaga lagi.
  3. Menghindari kebiasaan buruk
    Mengatasi difungsi ereksi lainnya yang dilakukan adalah dengan mulai menghentikan kebiasaan merokok dan minum minuman yang mengandung alkohol. Disfungsi ereksi bisa disebabkan karena konsumsi alkohol dan merokok yang dilakukan dengan berlebihan. Maka hal yang bisa dilakukan dalam mengatasinya adalah dengan memulai menghentikan kebiasaan buruk Anda tersebut.
  4. Melakukan senam kegel
    Salah satu cara mengatasi disfungsi ereksi bisa dilakukan dengan cara senam kegel. Bukan hanya wanita saja yang sangat dianjurkan dalam melakukan senam kegel. Namun pria juga bisa melakukannya dalam mencegah terjadi masalah difsungsi ereksi. Senam ini bisa membantu dalam menguatkan otot panggul dan membantu dalam melancarkan sistem peredaran darah yang ada pada daerah alat vital. Sehingga kehidupan seksual Anda akan menjadi lebih baik lagi jika Anda melakukan latihan kegel dengan rajin dan teratur.

Itulah informasi mengenai penanganan dan cara mengatasi disfungsi ereksi. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua dalam mengatasi disfungsi ereksi. Terimakasih

Mengatasi Disfungsi Ereksi

Posted in Disfungsi Ereksi | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Disfungsi Ereksi Pada Diabetes

Disfungsi Ereksi Pada Diabetes – Adapun disfungsi ereksi yang terjadi pada orang yang tidak mengalami diabetes disebabkan oleh beberapa faktor, seperti lelehan, depresi, kerja berlebihan, stres dan pengaruh alkohol.

Disfungsi Ereksi Pada Diabetes

Disfungsi Ereksi Pada Diabetes

Disfungsi Ereksi Pada Diabetes

Disfungsi Ereksi Pada Diabetes terjadi karena adanya masalah dalam suplai darah ke penis dan masalah fungsi darah di penis. Perkembangan impotensi lambat dan berawalo ketika mereka masih muda. Pada orang yang masih muda, impotensi bisa diatasi dengan perawatan seperti pemberian viagra yang sekarang bisa didapatkan dengan resep dokter. Orang yang lebih tua lebih sulit menangani masalah tersebut sehingga diperlukan perawatan medis tambahan. Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter. Lebih dari 50 persen pria yang menderita diabetes mempunyai keluhan impotensi, tetapi hanya sedikit yang melaporkannya ke dokter.

Penyebab impotensi atau Disfungsi Ereksi Pada Diabetes ada dua. Yang pertama adalah faktor fisik dan yang kedua adalah faktor psikologis. kebanyakan impotensi atau gangguan disfungsi ereksi pada pria yang menderita diabetes disebabkan oleh faktor fisik, akibat glukosa darah yang tinggu atau lamanya mengidap diabetes. Penyempitan pembuluh darah yang timbul sebagai komplikas kronis dari diabetes akan mengganggu aliran darah dari pembuluh darah besar untuk mengisi penis. Apabila saraf juga mengalami kerusakan, maka tidak akan mengahntar impuls pengisian darah ke dalam pembuluh darah kecil di dalam penis sehingga penis lemas dan gagal untuk ereksi.

Masalah kesehatan reproduksi bisa dialami oleh kaum pria maupun wanita. Pada pria biasanya hal yang dikeluhkan adalah ejakulasi dini dan disfungsi ereksi. Masalah yang selalu diketahui oleh masyarakat luas adalah disfungsi ereksi dan ejakulasi dini namun masih banyak dari mereka yang belum mengetahui secara detail tentang penyakit ini.

Disfungsi ereksi pada diabetes atau yang biasa dikenal masayarakat luas adalah penyakit lemah syahwat atau impoten. Ini adalah ketidakmampuan pria dalam mencapai dan mempertahankan ereksi pada alat vitalnya.  Bagi seorang pria, ereksi merupakan suatu proses alami yang menandakan bahwa sebagian besar fungsi kesehatan alat vitalnya masih sehat dan normal. Disfungsi ereksi dapay dijelaskan secara sederhana mekanisme menegangnya penis, adanya aliran darah ke daerah organ vital tersebut.

Sedangkan untuk penyakit ejakulasi dini adalah ketidakmampuan mengontrol ejakuklasi sehingga terjadi dalam waktu singkat dengan rangsangan yang tidak maksimal dan terjadi sebelum pasangan tersebut mengingnkannya.

Perbedaan antara ejakulasi dini dan disfungsi ereksi adalah jika disfungsi ereksi berhubungan dengan lemah dari kerasnya alat vital dan ejakulasi dini adalah waktu keluarnya air mani yang terlalu cepat.

Penyebab Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan seorang pria dalam mencapai ereksi saat melakukan hubungan seksual dengan pasangannya. Namun hal ini hanya terjadi jika pria ingin melakukan hubungan intim dengan partner atau istrinya, sedangkan jika melakukan dengan wanita idaman lain (WIL) ia tidak mengalami impoten atau gangguan disfungsi ereksi.

Penyebab dari disfungsi ereksi bisa disebabkan dari psikis dan fisik. Namun biasanya yang terjadi adalah penyebab karena masalah psikologis. Misalnya ada masalah dengan pasangan, sakit hati, ansietas, tidak percaya diri, atau trauma masa lalu yang menyebabkan impoten pada pria.

Sildenafil atau Viagra bisa dipakai pada sebagian pria yang menderita diabetes untuk pengobatan impotensi. Obat ini bisa menimbulkan ereksi akibat rangsangan seksual atau psikologis dengan cara memperbaiki otot polos pembuluh darah penis sehingga aliran darah ke penis bertambah dan ereksi terjadi.

Cara Mengatasi Disfungsi Ereksi

Namun ada pengobatan tradisional yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit disfungsi ereksi ini :

15 gr akar terung, 15 gr biji kucai, 15 gr biji pare, 10 gr biji ketumbar, dikeringkan lalu dihaluskan hingga menjadi bubuk, diseduh dengan air secukupnya lalu diminum.

Hal yang harus dilakukan dalam mengatasi disfungsi ereksi salah satunya adalah dengan menghindari beberapa jenis makanan dibawah ini :

  1. Makanan dengan kandungan garam yang tinggi
    Makanan yang mengandung garam cukup tinggi sebaiknya mulai dhindari. Hal ini bisa membantu dalam mencegah terjadinya disfungsi ereksi. Dan selain itu jjuga bisa membantu dalam menurunkan tekanan darah tinggi serta menurunkan resiko dari terjadinya penyakit jantung, garam, yang akan menyebabkan gangguan pasokan dari aliran darah untuk menuju ke penis yang selanjutnya menyebabkan dari terjadinya masalah disfungsi ereksi.
  2. Hindari jenis makanan dengan kandungan lemak trans
    lemakk trans merupakan salah satu jenis lemak yang bisa menyebabkan terjadinya gangguan pada kesehatan. Lemak trans ada di dalam margarine, kue kering, kentang goreng, keripik dan juga beberapa jenis makanan yang dimasak dengan cara digoreng atau juga dengan beberapa kemasan. Pengaruh yang kurang baik dari lemak trans ini akan membuat terjadinya penyumbatan di dalam pembulih arteri dan kemudian secara berkelanjutan yang bisa menyebabkan penyakit jantung yang pada akhirnya akan sangat berhubungan dengan terjadinya gangguan pada lairan darah menuju ke organ kelamin dan pada akhirnya akan berujung terjadinya disfungsi ereksi.
  3. Makanan yang mengandung minyak
    cara mencegah impotensi atau disfungsi ereksi lainnya adalah dengan menghindari jenis makanan yang mengandung minyak. Selain itu, hindarilah beberapa jenis makanan seperti daging yang mengandung lemak, kuning telur, daging olahan, mentega dan juga gorengan.

Disfungsi Ereksi Pada Diabetes

Posted in Disfungsi Ereksi | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Disfungsi Ereksi Pada Pria

Disfungsi Ereksi Pada Pria – Disfungsi ereksi atau lemah syahwat merupakan suatu kondisi yang menggambarkan ketidaktertarikan seorang pria maupun wanita kepada pasangannya dalam melakukan hubungan seksual. Gangguan disfungsi ereksi ini dapat terjadi akibat berbagai faktor antara lain gangguan psikis atau psikologis, misalnya trauma, malu, takut, gangguan hormonal, stress dan sebagainya.

Disfungsi Ereksi Pada Pria

Disfungsi ereksi pada pria sendiri masih belum jelas sekali definisnya. ereksi tidaknya penis bukan dikehendaki hati seorang pria, tapi memang sudah ada mekanisme yang mengaturnya secara otonom. Ereksi terjadi saat pembuluh darah terbuka dan semua darah masuk penis. dan ketika pembuluh darah kaku dan menyempit, arus darah ke penis kurang deras, maka tidak akan terjadi ereksi. Atau bisa juga ereksi tapi tidak jenuh.

Disfungsi Ereksi Pada Pria

Disfungsi Ereksi Pada Pria

Disfungsi Ereksi Pada Pria atau impotensi, kesulitan bererksi sering terjadi akibat berbagai faktor, tetapi hampir selalu melibatkan hal kejiwaan. Bila seorang laki-laki dengan masalah apapun, tidak dapat berereksi maka kemungkinan dapat dipastikan bahwa ia memiliki masalah kejiwaan yang perlu diobati. Setiap orang yang menderita impotensi perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui penyakitnya. Namun meskipun pennyebab dasarnya adalah penyakit, sisi kejiwaannya juga harus dilihat. Tekanan pekerjaan atau yang berhubungan dengan pekerjaan dapat menyebabkan seseorang menjadi impoten. Demikian pula dengan kecemasan tentang kemampuan seks dan perasaan bersalah yang mendalam tentang seks.

Bila permasalahan Disfungsi Ereksi Pada Pria yang bersifat fisik, penderita dapat diberi suntikan yang dapat dipakai untuk mendorong terjadinya ereksi. Hal ini meliputi suntikan zat kimia ke dalam jaringan darah penis. Namun, ada sisi negatifnya dan beberapa pria mengalami kesulitan untuk mengembalikan penisnya ke posisi normal setelah berereksi. Ereksi yang berlangsung beberapa jam perlu ditangani oleh dokter agar dapat kembali seperti semula.

Bila permasalahannya tidak sepenuhnya karena alasan fisik, penderita dapat dirujuk ke seorang ahli terapi seks atau seorang penasihat seks yang akan membantunya, biasanya harus dilakukan bersama dengan pasangannya juga, untuk mengatasi masalah emosional yang ada dibalik impotensinya.

Cara Mencegah Disfungsi Ereksi

Cara Mencegah masalah disfungsi ereksi pada pria adalah :

  1. Memahami terlebih dahulu mengenai penyebab impotensi
    Ada banyak alasan mengapa masalah disfungsi ereksi bisa saja terjadi. Terkadang bisa disebbakan karena beberapa kondisi kesehatan yang mendasarinya misalnya adalah akibat penyakit diabetes dan juga akibat penyakit tekanan darah tinggi dan bisa juga disebabkan oleh penggunaan pada alkohol yang dilakukan dalam jangka waktu panjang dan juga tidak terkendali dengan baik. Tembakau atau juga jenis obat-obatan yang bisa sangat berpengaruh akan terjadinya masalah stres dan juga kelelahan atau juga cemas akan hal yang memang tidak ada hubungannya sama sekali dengan hubungan seksual yang bisa menyebabkan terjadinya masalah disfungsi ereksi. Disaat Anda pertama kalinya menyadari bahwa Anda mempunyai masalah dalam mendapatkan ereksi yang kuat. Maka sebaiknya lakukanlah pemeriksaan pada diri sendiri dan ketahuilah apa penyebabnya. Kemudian lakukan konsultasi ke dokter jika memang dirasa perlu.
  2. Menerapkan pola hidup sehat
    Salah satu cara mengatasi masalah disfungsi ereksi adalah dengan menerapkan pola hidup sehat.
    Pola hidup yang sehat dan juga positif akan membantu Anda dalam mencegah dari terjadinya masalah penyakit impotensi atau lemah syahwat. Disaat Anda sedang mengalami masalah ini maka sangat penting sekali dalam mengevaluasi gaya hidup Anda dengan menerapkan poila makan yang sehat dan juga mengenai makanan apa yang anda makan dan juga mengenai aktivitas apa saja yang Anda lakukan. Dalam mengambil makanan yang kaya akan kalori, maka hal ini akan meningkatkan resiko dalam terjadinya masalah disfungsi ereksi karena pada akhirnya akan terjadi suatu penimbunan lemak di dalam perut dan kemudian akan memicu terjadinya masalah penyakit diabetes. Selain itu, komponen yang lainnya adalah dengan melakukan olahraga secara teratur. Olahraga yang dilakukan dengan teratur akan membantu dalam menjaga kesehatan tubuh dan juga membantu menjaga kesehatan penis. Sangat berfungsi pada tingkat yang optimal. Dengan melakujan olahraga secara teratur maka hal ini akan membantu membakar kalori atau juga lemak yang ada di dalam tubuh. selain itu membantu dalam mengurangi kesempatan dalam mengalami gangguan kesehatan.

Seperti kelainan yang lain, pengobatan impotensi yang paling sesuai adalah tergantung pada penyebabnya. Untuk menentukan penyebab impotensi diperlukan pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan lainnya. Ada beberapa cara pengobatan impotensi. Ada pengobatan membantu agar penis dapat berereksi kembali dan ada pula yang membantu agar berhasil melakukan hubungan seks, tetapi impotensi tidak diperbaiki.

Disfungsi ereksi (DE) pada pria adalah bentuk gangguan fungsi seksual laki-laki yang sangat umum. Seorang pria yang mengalami disfungsi ereksi kesulitan menjaga ereksi penisnya pada setiap tahap hubungan seksual. Masalah DE dapat berupa penis yang tidak cukup keras atau ereksi yang tidak dapat dipertahankan cukup lama untuk melakukan hubungan seksual yang memuaskan. Hal tersebut dapat berdampak negatif terhadap keharmonisan hubungan rumah tangga. Seorang pria dapat sesekali mengalami kesulitan mempertahankan ereksi. Bila dia secara konsisten mengalaminya sampai enam bulan atau lebih, barulah disebut memiliki DE.

Pengobatan Disfungsi Ereksi Pada Pria dengan bawang putih dengan cara mengurut tulang tungging/sulbinya dengan gerusan bawang putih dengan gerakan memutar, sela,a sekitar 10 menit setiap haru, suatu pengobatan yang memiliki tingkat kesuksesan 40%.

Disfungsi Ereksi Pada Pria

Posted in Disfungsi Ereksi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Disfungsi Ereksi Pada Lansia

Disfungsi Ereksi Pada Lansia – Impotensi (Disfungsi Ereksi)adalah ketidak mampuan seseorang untuk mencapai atau mempertahankan ereksi dalam waktu yang cukup untuk bersenggama secara memuaskan. Ejakulasi dini juga merupakan salah satu bagian dari disfungsi ereksi

Disfungsi Ereksi Pada Lansia

Disfungsi Ereksi Pada Lansia

Disfungsi Ereksi Pada Pria

Masalah Disfungsi Ereksi Pada Lansia (DE) ini merupakan masalah yang dialami oleh banyak pria di dunia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, di Asia pada tahun 1995 terdapat sekitar 87 juta pria yang menderita Disfungsi Ereksi.

Biasanya Disfungsi Ereksi Pada Lansia merupakan gabungan dari beberapa faktor. Disfungsi Ereksi dan Diabetes saling berkaitan. Sekitar 60 persen pria dengan Diabetes dan penyakit jantung iskemi ternyata menderita Disfungsi Ereksi. Akibat Diabetes yang tidak terkontrol maka akan terjadi komplikasi-komplikasi lanjutan. Selain Disfungsi Ereksi juga bisa terjadi komplikasi lain yang bahkan dapat menyebabkan kematian. Sebut saja misalnya, gangguan pada pembuluh darah seperti pembuluh darah koroner sehingga timbul penyakit jantung koroner, pembuluh darah di tungkai, di otak
sehingga risiko stroke meningkat, juga di ginjal sehingga terjadi gagal ginjal, serta di mata.

Komplikasi Disfungsi Ereksi Pada Lansia lain adalah gangguan pada saraf tepi, disebut neuropati yang salah satu keluhannya adalah kesemutan. Disfungsi Ereksi pada penderita DM disebabkan karena terjadinya neuropati ditambah dengan adanya gangguan fungsi pembuluh darah.

Selain itu terkadang penderita DM juga mengalami kecemasan akibat penyakitnya tersebut sehingga dapat juga menjadi faktor yang mempengaruhi timbulnya Disfungsi Ereksi. ”Disfungsi Ereksi dapat disembuhkan, namun sebelumnya perlu diidentifikasi faktor-faktor penyebabnya,” ujar Zubairi.

Disfungsi ereksi dapat timbul sekali-kali, sering atau setiap kali pria berusaha untuk berhubungan intim. Ketika ditanya sekitar 35% oria berusia 40 tahun ata lebih dan lebih dari 80% pria berusia 70 tahun atau lebih melaporkan setidaknya disfungsi ereksi sporadik.

Meski dulunya, disfungsi ereksi dipervaya sebagian besar karena faktor psikologis, tetapi kini diketahui bahwa untuk sebagian besar pria penyebab utamanya adalah faktor fisik. Seiring makin besarnya kesadaran terhadap penyebab medis disfungsi ereksi, diskusi yang lebih terbuka mengenai prevalensinya, efek pada kualitas hidup pria, dan pengobatannya menjadi kegiatan utamal. Namun, pria masih saja sering tidak mau mencari bantuan untuk mengatasi gangguan disfungsi ereksi, sehingga dibutuhkan penyuluhan dan kesejahteraan pria.

Disfungsi ereksi psikologis dapat terjadi akibat adanya aktivasi impuls-impuls inhibitorik desendens yang berasal dari korteks secrebrum. Keadaan psikologis yaang berkaitan dengan disfungsi ereksi adalah stres, rasa marah, rasa cemas, dan depresi.

Penatalaksanaan Disfungsi Ereksi

Terdapat penatalaksanaan yang tersedia untuk mengatasi disfungsi ereksi. Diantaranya adalah alat bantu dan pompa mekanis dan injeksi penis yang menimbulkan vasodilatasi lokal. Selain itul, kemajuan dibidang obat-obatan telah menghasilkan dan memasarkan beberapa obatobatan disfungsi ereksi yang diminum oral dan sangat efektif yang pertama dari obat-obatan disfungsi ereksi adalah sildenafil sitrat (Viagra). Jenis obat ini bekerja menginhibisi enzim fosfodiasterase yang pada keadaan normal menonaktifkan perantara kedua yang dibutuhkan untuk relaksasi arteri-arteri penis. Dengan menghambat fosfodiesterase, relaksasi arteri-arteri penis berlangsuung lama, sehingga darah dapat memenuhi penis lebih banyak.

Ereksi terjadi dan diperkuat. Obat-obat disfungsi ereksi diminum sebelum melakukan hubungan intim dan meningkatkan respons seksual normal : obat-obat tersebt tidak merangsang ereksi dengan sendirinya. Efek samping obat-obat disfungsi ereksi oral dapat mencakup sakit kepala, kemerahan pada wajah, dan kelainan penglihatan.

Air Kelapa Untuk Disfungsi Ereksi

Salah satu cara alami yang bisa membantu dalam mengatasi disfungsi ereksi adalah dengan mengonsumsi air kelapa. Air kelapa merupaka salah satu jenis bahan alami yang memang sangat berguna dalam membantu mengatasi masalah disfungsi ereksi. Bukan hanya itu saja, manfaat dari air kelapa sangat bermanfaat dalam menjaga dan memelihara kesehatan tubuh dengan menyeluruh. Kandungan yang ada di dalam air kelapa dalam membantu masalah disfungsi ereksi pada lansia adalah :

  1. Kandungan potasium di dalamnya yang merupakan salah satu elektrolit yang sangat penting yang sangat dibutuhkan agar penis bisa bekerja dengan baik dan bisa tahan lebih lama lagi. Akibat kekurangan potasium akan menyebabkan performa atau penampilan dari pria diatas ranjang akan bekurang. Minumlah air kelapa dengan teratur yang akan membantu dalam memenuhi keutuhan dari kandungan potasium di dalam tubuh. minumlah air kelaola yang akan membantu dalam menyeimbangkan kadar elektrolit yang bisa membantu untuk menormalkan fungsi otot dengan lebih maksimal.
  2. Magnesium yang ada di dalam air kelapa bisa membantu dalam mengatasi disfungsi ereksi. Magnesium yang tidak seimbang akan mengakibatkan terjadinya masalah pada sirkulasi darah, dan termasuk salah satunya adalah penyebab terjadinya masalah disfungsi ereksi. Jika Anda ingin mendapatkan performa atau penampilan yang baik dalam melakukan hubungan seksual maka sebaiknya minumlah air kelapa yang mengandung kandungan magnesium yang tinggi. Selain itu, kaya akan magnesium, air kelapa juga mengandung kandungan vitamin yang lebih banyak dibandingkan dengan jenis minuman yang lain.
  3. Sodium
    Kandungan sodium yang ada di dalam air kelaoa sangat baik dan akan sangat berimbas dengan kontraksi otot. Kontraksi otot yang sehat akan sangat penting jika memang Anda mengalami masalah dengan ereksi. Sodium sangat berguna dan juga sangat penting sekali dalam membuat otot mengalami kontraksi sehingga hal ini akan membantu dalam mengalirkan air agar lebih lancar di dalam tubuh. Air kelaoa diketahui mempunyai cukup sodium untuk membantu mengatasi masalah disfungsi ereksi.

Disfungsi Ereksi Pada Lansia

Posted in Disfungsi Ereksi | Tagged | Leave a comment

Disfungsi Ereksi Obat

Disfungsi Ereksi ObatImpotensi atau disfungsi ereksi dapat didefinisikan sebagai ketidakmampuan seorang pria untuk mencapai atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk menyelesaikan kegiatan koitus (keadaan biologis berupa pemasukan penis pria ke vagina wanita untuk tujuan reproduksi).

Disfungsi Ereksi Obat

Disfungsi Ereksi Obat

Disfungsi Ereksi

Laki-laki dengan gangguan fungsi seksual datang dengan berbagai macam keluhan, baik tunggal maupun kombinasi kehilangan libido, ketidakmampuan memulai ataupun mempertahankan ereksi, kegagalan ejakulasi, ejakulasi dini atau ketidakmampuanmencapi orgasme Gangguan fungsi seksual dapat timbul sekunder dari proses- proses penyakit sistemik ataupun pengobatannya, gangguan-gangguan spersifik dari sistem urogenital dan endokrin, hingga ke gangguan psikologis. Semula diduga penyebab dari gangguan fungsi pada kebanyakan laki-laki dengan impotensi erektil adalah psikogenik.

Kini diyakini bahwa mayoritas laki-laki yang impoten mempunyai komponen penyakit organik yang mendasarinya. Karena pembilihan dan kkeberhasilan terapi selanjutnya tergantung pada penyebab spesifik, maka merupakan hal penting untuk mengevaluasi seluruh aspek dari mekanisme ereksi.

Penyebab yang bersifat fisik lebih banyak ditemukan pada pria lanjut usia, sedangkan masalah psikis lebih sering terjadi pada pria yang lebih muda. Semakin bertambah umur seorang pria, maka impotensi semakin sering terjadi, meskipun impotensi bukan merupakan bagian dari proses penuaan tetapi merupakan akibat dari penyakit yang sering ditemukan pada usia lanjut. Sekitar 50% pria berusia 65 tahun dan 75% pria berusia 80 tahun mengalami impotensi.

Obat Disfungsi Ereksi

Disfungsi Ereksi Obat  dengan Tanaman Ginkgo Biloba (Ginkgo Biloba)digunakan oleh banyak orang untuk meningkatkan daya ingat dan mempertajam penglihatan. Namun, herbal ini juga manjur untuk mengobati disfungsi ereksi. Ginkgo bekerja dengan meningkatkan sirkulasi, terutama di pembuluh darah tepat di bawah permukaan kulit. Hal ini dilakukan tanpa meningkatkan tekanan darah. Tanaman ini telah dikenal selama berabad-abad dalam pengobatan tradisional Cina sebagai pengobatan untuk disfungsi ereksi dan gangguan fungsi seksual. Disfungsi Ereksi Obat  sebagai Ginkgo juga bisa untuk meningkatkan stamina dan sensitivitas. Obat herbal untuk disfungsi ereksi sangat efektif pada individu-individu yang memiliki gejala lain dari sirkulasi yang buruk atau sebagai akibat dari penggunaan antidepresan.

Salah satu penyebab dari terjadinya masalah disfungsi ereksi adalah akibat gangguan psikis. Beberapa cara dibawah ini bisa membantu dalam mengatasi masalah disfungsi ereksi yang terjadi akibat dari gangguan psikis adalah :

  1. Melihat atau mencermati hubungan seksual Anda diantara hubungan Anda dengan pasangan
    Kualitas dari hubungan seksual yang sering mencerminkan mengenai kualitas dari hubungan yang terjadi di luar kamar tidur. Hal inilah banyak yang mengatakan bahwa keharmonisan dari rumah tangga  biasanya akan sangat berpengaruh juga dengan keharmonisan pada hubungan seksual. Jika hubungan Anda dengan istri Anda sedang dalam keadaan tidak baik, aka masalah disfungsi seksual seperti impotensi kemungkinan merupakan salah satu tanda atau signal bahwa tubuh Anda mengatakan diantara Anda mempunyai masalah, maka harus dengan baik mencoba dalam menafsirkan isyarat tubuh tadi untuk bisa mengetahui dan memahami makna atau arti dari tanggapan tadi.
  2. Meninggalkan amarah diluar pintu
    Amarah yang bisa menyebabkan terjadinya rangsangan mengalami hambatan. Saat amarah sedang menguasai pikiran Anda, maka syaraf akan gagal dalam mengirimkan stimulus yang ada menuju ke hipotalamus, akibatnya hal ini akan menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi. Misalnya adalah cerita mengenai seorang pria yang baru saja bertengkar dengan istrinya mengenai masalah ekonomi. Perdebatan yang sangat sengit itu kemudian akan terus teringat hingga malam tiba.

Maka hal yang harus dilakukan dalam mencegah terjadinya disfungsi ereksi adalah dengan menceritakan amarah atau juga frustasi Anda pada pasangan Anda namun tidak di dalam kamar tidur. Jika anda menyimpannya begitu saja di dalam kepala maka hal ini akan sangat menghambat aliran dari darah untuk beredar menuju ke alat vital Anda. Dan tidak ada gunanya untuk bersaing dengan diri Anda sendiri. Apalagi jika usia Anda sudah memasuki usia kepala 4. Sangat wajar sekali jika Anda mulai kehilangan sebagian dari reflek atau spontanitas anda untuk kehidupan seksual Anda dibandingkan masa lalu.

Jika usia Anda masih muda, maka Anda tidak mempunyai tanggung hawab yang begitu besar, pikiran Anda masih dalam keadaan santai dan juga energi yang Anda miliki masih terbilang sangat besar. Namun itu waktu masa lalu, saat ini Anda sudah mulai mempunyai pekerjaan dan juga jadwal yang lebih padat lagi, serta pikiran Anda tidak lagi memikirkan hal-hal mengenai seks saja. Yang paling penting adalah bagaimana cara Anda dalam mengatasi stress. Karena pada usia tua biasanya stress akan jauh lebih tinggi dibandingkan disaat usia Anda masih muda dulu.

Jika memang hal ini masih belum mengatasi masalah disfungsi ereksi yang Anda alami, maka sebaiknya lakukanlah pemeriksaan ke dokter. Karena jika disfungsi ereksi yang terjadi selama 3 bulan secara berturut-turut yang ditakutkan adalah Anda mempunyai masalah pada gangguan medis. Dan sebaiknya jangan sembarangan dalam mengonsumsi segala jenis dari obat kuat yang banyak dijual pada internet atau juga dijual bebas tanpa resep dokter. Mengonsumsi obat yang tidak tepat walaupun menghasilkan suatu hal yang baik kadang bisa sangat berbahaya dan pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya masalah impotensi permanen. Anda bisa mengunjungi dokter, melakukan diagnosa dan melakuan tes yang tepat untuk mendapatkan pengobatan yang lebih tepat lagi.

Disfungsi Ereksi Obat

Posted in Disfungsi Ereksi | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment