Gejala Disfungsi Ereksi

Disfungsi Ereksi dikenal dalam bahasa inggris dengan istilah Erectile Dysfunction merupakan salah satu ketidakmampuan pria untuk melakukan ereksi atau menjaga ereksi tetap terjadi pada waktu melakukan penetrasi hubungan intim.

Disfungsi Ereksi ini dikenal juga dengan impotensi atau lemah syahwat. Penyebab utamanya tidak lain adalah adanya gangguan yang menghalangi atau mengurangi aliran darah ke penis pada waktu ereksi atau juga kerusakan syaraf menuju penis, gangguan hormon, masalah psikologi, atau karena akibat pemakaian obat-obatan tertentu.

Gambar Sebelah Kiri: Penis Tidak bisa Ereksi dan Gambar Sebelah kanan: Penis Ereksi

Pada pria yang mengalami fase ini pada umumnya memiliki libido seks atau gairah seks yang menurun. Tidak bersemangat lagi dalam berhubungan intim.

Setiap pria pada suatu waktu memang adakalanya tidak bergairah untuk melakukan hubungan intim dan ada juga kalanya tidak bisa mencapai ereksi dan hal tersebut adalah normal. Yang tidak normal atau disebut disfungsi ereksi ini bila kejadian tidak bisa ereksi tersebut terjadi sering atau terus-menerus.

Disfungsi ereksi bisa dialami pada tingkat ringan, menengah dan sampai tingkat parah. Seorang pria yang mengalami disfungsi ereksi pada tingkat ringat masih bisa mencapai ereksi penuh tapi pria tersebut lebih sering lagi mencapai ereksi yang tidak penuh atau tidak cukup untuk melakukan penetrasi hubungan intim atau bisa juga tidak ereksi sama sekali. Dan bila untuk pria yang mengalami disfungsi ereksi tingkat parah, pria tersebut jarang bisa mencapai ereksi.

Yang menentukan berat atau ringannya disfungsi ereksi pada pria nantinya tergantung pada penilaian dari dokter atau terapis yang menangani pasien.

Mungkin saja sebagian pasien nantinya merasa disfungsi ereksi yang dialaminya sudah termasuk sangat berat, meski berbeda nantinya dan menurut ilmu patologi masih termasuk disfungsi ereksi masih ringan.

Misalnya disfungsi ereksi yang dialami pengantin baru. Lebih dari 3 bulan tidak mampu melakukan koitus karena proses ereksi yang tidak normal. Sebagai pengantin baru suami sangat mengharapkan koitus pertama dengan ereksi yang sempurna sehingga vagina bisa ditembus.

Bila Ereksi Pria kurang keras dan gagal beberapa kali dalam melakukan hubungan intim maka perasaannya sangat terpukul, dan istri merasa sangat kecewa. Oleh karena itu gangguan ereksi dirasakan termasuk berat

Sebenarnya bila gangguan ereksi baru berlangsung sejak permulaan perkawinan misalnya bulan tetapi sebelum pernikahan ereksi masih normal, maka keadaan ini termasuk dalam kondisi disfungsi ereksi yang sedang atau ringan. Lagi pula pada orang muda gangguan fisik kemungkinan jarang atau sangat ringan.

Sebagian besar kondisi disfungsi ereksi yang termasuk berat adalah bila telah berlangsung 6 bulan atau lebih pada keadaan-keadaan sebagai berikut:

1. Ereksi tidak bisa dicapai pada saat bercumbu sehingga penetrasi tidak bisa dilakukan. Kadang-kadang penetrasi bisa dipaksakan dengan harapan ereksi bisa terjadi di dalam vagina tetapi tetap gagal. Bila keadaan ini berlangsung terus dalam 6 bulan atau lebih maka disfungsi ereksi yang demikian sudah cukup berat.

2. Di samping itu ereksi pada waktu subuh atau pagi hari juga tidak ada lagi. Biasanya waktu pagi atau subuh pria terbangun karena ereksi yang keras atau karena keinginan untuk buang air kecil. Pada saat itu, biasanya ereksi cukup keras. Bila dalam waktu 6 bulan ereksi pada waktu pagi tidak terjadi berarti keadaan disfungsi ereksi cukup berat.

3. Bila koitus selalu gagal, dan dicoba diatasi dengan menonton blue film sendirian sambil melakukan masturbasi, ternyata ereksi tidak terjadi. Yang didapat hanya penis sedikit membesar tap tidak pernah ereksi. Bila hal ini berlangsung selama 6 bulan terus menerus berarti ereksi sudah cukup berat.

4. Di samping gejala dan kondisi di atas, sering penis terlihat makin mengecil atau berkerut. Pada saat mandi, penis dipegang dan digosok tetapi penis tetap kecil. Keadaan ini lebih memberatkan perasaan penderita.

Kondisi di atas menunjukkan disfungsi ereksi yang cukup berat terutama bila sudah berlangsung selama 6 bulan atau lebih. Sebagian laki-laki akan membiarkan keadaan itu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Makin lama keadaan itu berlangsung berarti disfungsi ereksi makin berat.

Disfungsi ereksi lebih berat lagi bila ada penyakit penyerta yang kebetulan ada atau sebagai penyebab misalnya diabetes mellitus, hipertensi, kerusakan medulla spinalis (sumsum tulang punggung) dan lain-lain.

Demikian juga konflik yang menimpa suami istri, terutama bila istri melakukan kontak seksual dengan pria lain. Keadaan seperti itu menyebabkan gangguan disfungsi ereksi lebih sulit disembuhkan sehingga masuk dalam klasifikasi berat.

Posted in Gejala Disfungsi Ereksi | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Disfungsi Ereksi Pasca Stroke

li1kBYzhfXStroke bisa menyebabkan suatu keadaan yang sangat melemahkan dan seringkali berjalan selama beberapa bulan, bahkan lebih lama lagi. Di antara berbagai keprhatinan yang terjadi, banyak pasien stroke dan pasangannya selalu bimbang dan cemas tentang kelanjutan kehidupan seksnya.

Stroke dapat mengganggu fungsi seksual dan hasrat dengan berbagai cara. Beberapa penderita pria dan wanita ragu untuk melanjutkan aktivitas seksual pasca stroke, karena takut bahwa akan menyebabkan suatu serangan stroke lagi. Walaupun demikian, lain-lain penderita stroke masih ada hasrat seksual, namun mengalami berbagai problematik dalam segi pelaksanaannya; untuk pria dalam segi ereksi, orgasme dan ejakulasi dan untuk wanita dalam hal pelumasan bagian intim wanita dan orgasme. Posisi seks yang biasanya menyenangkan, menjadi sukar atau tak mungkin. Terdapat juga faktor-faktor psikologis yang dapat mengganggu hubungan berpasangan tersebut.

Aktivitas seks bergantung dari berat ringannya stroke yang diderita, maka doperlukan waktu seelum pasien merasa cukup sembuh untuk melakukan hubungan sks lagi, bersamaan dnegan aktivitas lain yang sebelumnya merupakan hal yang rutin. Bila ia belu siap melakukan hubungan seks, maka ia serangan stroke lagi. Walaupun demikian, lain-lain penderita stroke masih ada hasrat seksual, namun mengalami berbagai problematik dalam segi pelaksanaannya; untuk pria dalam segi ereksi, orgasme dan ejakulasi dan untuk wanita dalam hal pelumasan bagian intim wanita dan orgasme. Posisi seks yang biasanya menyenangkan, menjadi sukar atau tak mungkin. Terdapat juga faktor-faktor psikologis yang dapat mengganggu hubungan berpasangan tersebut.

Aktivitas seks bergantung dari berat ringannya stroke yang diderita, maka diperlukan waktu seelum pasien merasa cukup sembuh untuk melakukan hubungan sks lagi, bersamaan dengan aktivitas lain yang sebelumnya merupakan hal yang rutin. Bila ia belum siap melakukan hubungan seks, maka ia dapat memberikan atau menerima kesenangan seks dengan cara-cara lain (mencium, bercumbu dan berpelukan).

Kadang-kadang penderita pasca stroke kehilangan hasrat seksual yang bisa terjadi sebagai akibat langsung dari stroke yang mengenai berbagai bagian otak yang biasanya memotori pesan-pesan untuk respons seksual, namun juga bisa disebabkan oleh penyebab-penyebab lain seperti obat yang dikonsumsi. Bahkan pada fungsi seksual yang masih baik, bisa terjadi gangguan hasrat seksual, karena anksietas, gangguan penampilan diri, depresi dan faktor emosional yang ada hubungannya dengan keadaan pasca stroke.

Bila pada pria maupun wanita pasca stroke, masih mengalami gangguan kehilangan libido berbulan-bulan setelah stroke, diperlukan pemeriksaan yang dapat menentukan penyebabnya. Bila penyebab stroke adalah obat-obatan, maka dicari penggantinya atau penurun dosis yang mengurangi efek samping. Pada keadaan pasca stroke seringkali terdapat anksietas, depresi. Maka diperlukan counseling psikologis yang sama pentingnya dengan perawatan fisik dan rehabilitasi.

Bila problem tetap masih ada, maka pasien bersama pasangannya sebaiknya mendapatkan konseling dari seorang psikolog atau seksuolog. Bila ada gangguan fungsi seksual pada keadaan pasca stroke, maka biasanya lebih banyak mengenai pelaksanaan seksual daripada dalam hasrat seksual, terutama pad aperiode ini setelah terjadinya stroke. Kelemahan, kelumpuhan, perubahan dalam keadaan badan dan kehilangan sensasi semunya dapat mengganggu seperti depresi. Karena adanya kelumpuhan atau kelemahan, maka terjadi kesukaran dalam berbagai posisi seksual yang sebelumnya disenangi, sehingga diperlukan penyesuaian dan eksperimentasi beberapa posisi yang lain untuk menemukan mana yang terbaik.

Penderita stroke berulang atau memiliki potensi stroke kembali sebaiknya menghindari hubungan intim, sama halnya bila terdapat aneurisma di pembuluh darah otak sebaiknya menahan diri dulu sampai dilakukan koreksi yang adekuat. Terdapat bermacam-macam kesenangan lain yang bisa dinikmati, berhubungan seks tidak selalu dengan penetrasi.

Posted in Disfungsi Ereksi, Gejala Disfungsi Ereksi, Penyebab Disfungsi Ereksi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Disfungsi Ereksi Pada Penderita Kronis

ejakulasi diniPerkara ranjang kerap menjadi obrolan yang tiada habis untuk diperbincangkan. Meski butuh, masyarakat masih ada yang terkesan malu untuk membicarakannya secara terbuka. Tidak heran, saat mengalami suatu problem seks, mereka berusaha mencari jawab dengan cara sembunyi-sembunyi. Sumbernya pun bermacam-macam, dari kerabat, rekan sejawat hinga buku atauun media cetak dewasa, sangat jarang berfikir untuk pergi ke dokter. Fenomena ini pula yang kerap dialami sebagian besar penderita penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, asma, rematik dan penyakit kronis lainnya yang mengganggu hubungan seksual Anda dan pasangan saat di ranjang.

Menjamurnya anggapan bahwa urusan seks tabu dan memalukan untuk dibicarakan, membuat banyak pasien memilih bungkam atau menempuh jalan pintas. Lalu apa yang harus dilakukan oleh pasien penyakit kronis ini dengan gangguan disfungsi ereksi?

Bagi orang sakit, hubungan seks bukanlah kebutuhan utama karena yang paling penting adalah bagaimana caranya sembuh dari sakit. Namun hasrat seks bisa hadir kapan saja dan dalam kondisi apapun. Menunggu sembuh bisa berarti tidak pernah berhubungan seks sama sekali. Atau masih bergairah tetapi secara fisik memang tidak memungkinkan.

Mereka para pria yang masih dalam usia produktif dan terserang penyakit kronis, masih memiliki hasrat akan keinginan seksual yang cukup tinggi. Namun sering kali beberapa penyebab dari suatu penyakit yang cukup serius memberi dampak pada kualitas hubungan seksual hingga mengancam kemampuan pria dalam berhubungan intim yakni disfungsi ereksi. Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan pria dalam mencapai atau mempertahankan ereksi penis yang cukup untuk melakukan senggama yang memuaskan.

Faktor penyebab dari penyakit ini dipengaruhi oleh peran penyakit itu sendiri sebagai faktor terjadinya disfungsi ereksi, seperti faktor psikis, faktor fisik atau kombinasi faktor psikis dan fisik secara bersamaan.

Penyakit yang melatar belakangi disfungsi ereksi ada berbagai macam penyakit seperti penyakit jantung, hipertensi, arterioklerosis, kolesterol, triglieserida yang tinggi (dislipidemia), diabetes mellitus, sindroma metabolik, gagal ginjal kronis, dan penyakit lainnya yang membawa pengaruh pada gangguan disfungsi ereksi.

Selain berobat seorang pria yang mengalami gangguan penyakit kronis juga harus melakukan hubungan intim yang baik dan teratur. Dengan merasakan orgasme, maka tubuh akan rileks karena tubuh mengeluarkan endorphin yang akan berdampak pada imunitas tubuh manusia yang lebih baik. hubungan intim yang baik dan teratur dapat juga sebagai petunjuk tingkat kesehatan seseorang.

Posted in Disfungsi Ereksi, Gejala Disfungsi Ereksi, Penyebab Disfungsi Ereksi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Impotensi Disfungsi Ereksi

Tidak hanya ejakulasi dini, masalah seksuaitas acapkali ditenggarai oleh kondisi disfungsi ereksi pada pria. Ada dua kategori kondisi disfungsi ereksi pada pria kategori berat dan kategori ringan. Kategori berat adalah ketika ditemui penis mengalami kegagalan ereksi sama sekali sekalipun sudah mengalami stimulasi seksual.

disfungsi ereksi

Untuk penanganan disfungsi ereksi diperlukan pihak ahli kesehatan yang berkompetensi khusus. Kategori ringan adalah kondisi dimana penis hanya dapat bereaksi dengan tingkat ereksi separuh dari maksimal, ataupun ereksi tidak dapat berlangsung lama.

Sebelum membahas mengenai kiat mengatasi disfungsi ereksi, harus diketahui lebih dulu penyebab dari disfungsi ereksi. Umumnya kondisi disfungsi ereksi dilatar belakangi oleh kondisi :

- Kendala kelainan fisik (saraf, pembuluh darah, penis dsb)

- Obat-obatan

- Masalah psikis (stres, depresi dll)

- Cidera penyakit (diabetes, stroke, tulang belakang dsb)

- Alkohol dan rokok

Untuk mengatasi disfungsi ereksi, dapat ditempuh beberapa kiat alami berikut ini, antara lain :

1. Lakukan general check up

Hal ini untuk mengetahui apakah terdapat pencetus faktor dari penyakit (diabetes, sumbatan pembuluh darah, dll). Jika ditemukan pencetus disfungsi ereksi dari faktor penyakit, maka langkah berikutnya adalah menekan risiko tersebut dengan mengobati atau menurunkan risiko dari penyakit yang ada guna tidak berdampak meluas.

2. Jalani gaya hidup bebas stres

Olahraga rutin dikenal lama sebagai a-quick-perfect-instant-get-away dari stres. Telusuri pencetus stersor (penyebab stres) atasi dengan bijaksana agar stress tidak berdampak meluas pada fisik tubuh. Dari olahraga, tubuh akan mengalami kembali kelancaran peredaran darah, kestabilan hormonal, hingga mempengaruhi kepada peningkatan gairah seks dan peningkatan kemampuan ereksi.

3. Penuhi kebutuhan nutrisi adekuat

Olahraga rutin perlu diimbangi dnegan asupan bernutrisi yang tepat bagi kebutuhan tubuh. Dimana dibutuhkan kondisi tubuh yang sehat dan bugar untuk dapat memperbaiki kemampuan ereksi yang dibutuhkan. Perbanyak makan buah dan sayuran. Kandungan alami yang dimiliki bawang putih sudah dikenal lama dalam memperlancar peredaran darah, dimana proses ereksi sangat membutuhkan peran proses kelancaran peredaran darah dari tubuh.

4. Konsumsi asupan vitalitas

Jangan sembarang minum obat kuat. Jika Anda memutuskan untuk mengkonsumsi obat kuat, maka konsultasikan terlebih dahulu ke dokter Anda untuk mengkonsumsi obat kuat, maka konsultasikan terlebih dahulu ke dokter Anda untuk meninjau segi keamanannya. Pilihlah asupan suplemen yang bersifat alami seperti buah maca dikenal juga sebagai nama peruvian ginseng. Dimana buah ini secara turun menurun di daerah Amerika Selatan telah dikenal lama dapat meningkatkan libido dan kemampuan ereksi dengan membangun tubuh yang sehat melalui asupan nutrisi yang menyehatkan tubuh. Kini banyak beredar di pasaran suplemen yang berbahan aktif ekstrak buah maca untuk tujuan meningkatkan vitalitas seks yang dikehendaki.

Posted in Disfungsi Ereksi, Gejala Disfungsi Ereksi, Penyebab Disfungsi Ereksi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi (DE) merupakan maslah seksual yang dialami oleh pria di seluruh dunia. Pada tahun 1995 diperkirakan 152 juta pria mengalami disfungsi ereksi dan pada tahun 2025 jumlahnya akan menjadi 322 juta seiring dengan pertambahan jumlah manusia di dunia.

Disfungsi ereksi adalah ketidakmmapuan mencapai atau mempertahankan ereksi penis untuk melakukan senggama yang memuaskan. Definisi dari disfungsi ereksi tersebut tidak berhubungan dengan pancapaian klimaks saat senggama atau orgasme. Pria yang mengalami disfungsi ereksi sudah pasti tidak bisa mencapai orgasme. Namun pria yang tidak bisa orgasme, belum tentu mengalami disfungsi ereksi.

disfungsi-ereksiGambar : Bentuk dan bagian disfungsi ereksi

Menurut Dr. Ponco, penyebab disfungsi ereksi dapat dibagi menjadi tiga, yakni psikogenik, organik dan campuran antara psikogenik dan organik. Penyeab psikogenik tersering adalah kecemasan dan depresi. Kecemasan mengganggu pembentukan dan pengolahan stimulus seksual. Hubungan antara disfungsi ereksi dan depresi belum diketahui secara pasti namun didapatkan angka kejadian disfungsi ereksi yang cukup tinggi di antara penderita depresi.

Sedangkan penyebab disfungsi ereksi secara organik atau alamiah disebabkan oleh usia, kebiasaan merokok, penyakit kardiovaskular, kencing manis, gangguan saraf dan penggunaan obat-obatan. Angka kejadian disfungsi ereksi meningkat secara bermakna seiring dengan pertambahan usia. Pada dekade keempat, sekitar 39% pria mengalami disfungsi ereksi dan angka ini meningkat menjadi 67% pada dekade ketujuh.

Merokok merupakan faktor risiko disfungsi ereksi baik dalam jangka waktu pendek maupun panjang. Gangguan terletak pada mekanisme veno-oklusi (penyempitan vena) yang berperan dalam proses ereksi. Merokok juga dapat menekan respon pengobatan terhadap disfungsi ereksi. Gangguan pada sistem kardiovaskular dapat mengganggu alian darah pada arteri kavernosa sehingga menyebabkan disfungsi ereksi. Penyebab tersering gangguan darah ini adalah ateroslerosis pada penderita hipertensi, diabetes mellitus dan dislipidemia.

Sekitar 35-75% penderita diabetes mellitus menderita disfungsi ereksi. Mekanisme disfungsi ereksi pada diabetes mellitus adalah multifaktorial terdiri atas faktor gangguan persarafan di otak dan penis, serta merupakan manifestasi dari adanya komplikasi mikrovaskular. Mekanisme terjadinya disfungsi ereksi pada penderita diabetes mellitus dimulai dari gangguan pada susuanan saraf pusat. Ditambah lagi dengan penurunan fungsi otot pada penis akibat gangguan persarafan tepi.

Pada pria yang mengalami penyakit persarafan juga rentan mengalami disfungsi ereksi. Kelainan pada otak seperti multiple sklerosis, epilepsi, parkinson, stroke dan alzheimer merupakan penyebab disfungsi ereksi tersering akibat gangguan saraf.

Beberapa jenis obat juga menyebabkan disfungsi ereksi diantaranya adalah obat antihipertensi dan beberapa jenis obat antidepresi. Berhati-hatilah dan selalu minta nasihat dokter jika Anda ingin mengkonsumsi obat-obatan tersebut dalam jangka waktu lama. Selain hal-hal diatas, beberapa penyakit yang berkaitan dengan organ reproduksi pria juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Seperti tumor atau kanker, peradangan atua infeksi di organ genital harus dipertimbangkan karena dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

Posted in Disfungsi Ereksi, Penyebab Disfungsi Ereksi | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Terjadinya Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi merupakan ketidakmampuan untuk memulai ereksi dan mempertahankan ereksi. Hal ini menyebabkan pria tidak sanggup menjaga ereksi penisnya ketika berhubungan seksual. Disfungsi ereksi ini berupa penis yang tidak cukup keras atau tidak bisa dipertahankan sehingga tidak menghasilkan hubungan seksual yang memuaskan. Tentu fungsi ereksi ini merupakan problematika tersendiri dalam rumah tangga, bahkan berdampak negatif pada keharmonisan rumah tangga. Disfungsi ereksi sering juga disebut impotensi.

Banyak orang mengira bahwa kemampuan seksual itu berhubungan dengan masalah keturunan. Artinya seberapa banyak sepasang suami istri bisa memiliki momongan. Padahal masalahnya lebih serius dari itu. Setiap pasangan yang tidak memiliki keturunan namun masih bisa melakukan kegiatan seksual bersama pasangannya, biasanya masih akan tetap langgeng. Rumah tangganya berjalan apa adanya dan cukup kuat.

Namun apabila antara keduanya sudah tidak ada ketertarikan secata fisik, maka inilah tanda-tanda penyebab pereraian pada tingkat yang sudah paling parah. Karena tidak ada lagi yang bisa mengikat mereka dalam pertalian suci perkawinan.

Kesulitan ereksi atai disfungsi ereksi pada pria dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yakni sebagai berikut :

  • Rendahnya gairah seks. Hal ini sering mengurangi kemampuan seorang pria untuk ereksi atau mempertahankan ereksi. Pasangan harus mengambil peran aktif untuk membantu pria dalam mencapai ereksi atau justru mempertahankan ereksinya
  • Kecemasan dan gugup. Perasaan cemas dan gugup karena memikirkan hubungan seks dengan pasangan baru atau tidak percaya diri, bisa menimbulkan kegagalan ereksi. Hal ini wajar dan biasanya setelah hubungan semakin dekat, masalah itu akan hilang dengan sendirinya.
  • Faktor usia. Seks di usia lanjut memang tidak akan segairah saat usia muda. Dengan bertambahnya usia, mungkin akan lebih sulit berereksi dan mungkin memerlukan rangsangan tambahan.
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu. Obat-obat yang mengandung antidepresan dan anti-asientas bisa menghilangkan kemampuan ereksi. Walau biasanya bersifat sementara, namun sebaiknya tanyakan hal ini kepada dokter.
Posted in Disfungsi Ereksi, Gejala Disfungsi Ereksi, Penyebab Disfungsi Ereksi | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Solusi Mengatasi Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi merupakan kegagalan dalam mempertahankan tingkat ereksi (ketegangan) penis untuk berlangsungnya hubungan seksual yang sempurna. Gangguan ini dikenal dengan istilah impotensi. Secara umum, disfungsi ereksi juga menyangkut perubahan fungsi dan kemampuan seksual, seperti kualitas dan intensitas ejakulalsi.

Pemicu disfungsi ereksi adalah faktor psikologis seperti stres, depresi dan perasaan berdosa. Juga berhubungan dengan penyakit yang disebabkan kerusakan pembuluh darah, seperti penyakit jantung, hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes mellitus, gaga ginjal dan anemia. Pengaruh pemakaian obat, mengonsumsi alkohol dan merokok secara berelbihan juga dapat memicu terjadinya disfungsi ereksi.

Pengobatan impotensi dapat dilakukan setelah kita mengetahui apa penyebab pastinya. Untuk menenrukan penybebab impotensi sendiri memerlukan pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan lainnya.

Pemberian hormon testosteron
Pemberian hormon testosteron sebagai penggangti (replacement therapy) ini digunakan untuk : mengatasi depresi, mengurangi kulita yang keriput, mencencangkan otot-otot yang kendor, meningkatkan kualitas hidup, melancarkan pengeluaran air seni.
Tindakan ini berhasil meningkatkan gairah seksual bagi penderita yang kadar testosteron dalam darahnya memang rendah.

Pada waktu pemberian pengobatan hormon testosteron, perlu dilakukan pula kntrol pemeriksaan-persentase jumlah sel darah merah (eritrosit) di dalam seluruh volume darah (hematokrit), fungsi hati, dan prostat (dengan pemeriksaan prostat spesifik antigen)- setiap 3 bulan. Apabila hematokrut penderita mencapai >54%, sebaiknya pengobatan dihentikan.

Posted in Disfungsi Ereksi, Gejala Disfungsi Ereksi, Penyebab Disfungsi Ereksi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penanganan Disfungsi Ereksi

Pada laki-laki neuropati menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi (impoten). Keadaan itu juga disadari oleh penyempitan pembuluh darah halus dengan kelainan saraf.  Disfungsi ereksi merupakan komplikasi yang paling menakutkan oleh oara diabetisi laki-laki.

Sebenarnya disfungsi ereksi dapat terjadi karena beberapa hal lain, diantaranya beban psikis yang paling umum adalah karena usia tua. Pada diabetisi, disfungsi ereksi dapat terjadi pada usia yang relatif muda tanpa sebab lain, dan makin cepat terjadi apabila gula darah selalu tinggi, serta adanya kebiasaan merokok.

Disfungsi ereksi juga bisa disebabkan oleh beban spikologis dan karena obat-obat tertentu (misalnya Thiazid dosisi tinggi). Oleh karena itu, dokter harus menyingkirkan sebab-sebab itu untuk sampai pada diagnosisi bahwa disfungsu ereksi tersebut karena diabetes. Setelah itu akan dianjurkan pengendalian gula darah yang baik sambil dipikirkan pemberian obatnya. Disamping itu untuk laki-laki ada pula tindakan invasif atau pemakaian alat-alat yang terkadang ditawarkan oleh dokter.

Selain penanganan medis, dapat dilakukan dengan cara alami yaitu dengan bahan herbal :100 gr terung, 5 gr merica, dan 15 gr jahe direbus dengan 600 cc air sehingga tersisa 200 cc disaring lalu airnya diminum.

Posted in Disfungsi Ereksi, Gejala Disfungsi Ereksi, Penyebab Disfungsi Ereksi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Mengatasi Disfungsi Ereksi

Pemacu ereksi pada pria dapat berasal dari rangsangan erotik dan non-erotik. Rangsangan erotik dapat berasal dari rangsangan fisik yang mengenai glans penis. Rangsangan erotik psikogenik dari pandangan, suara, bau, lamunan, fikiran, dan mimpi. Pemacu non-erotik biasanya karena adanya rangsangan pada ala kelamin bagian dalam, vesika seminalis, prostat, epididimis, atau kandung kemih yang penih, sembelit usus besar bagian bawah. Rangsangan ini akan diteruskan ke jalur refleks ereksi. Refleks ereksi membutuhkan reseptor mekanik serat motorik dan sensorik, baik otonom maupun somatik yang utuh. Kerusakan atau gangguan pada jalur refleks ereksi tersebut akan mengganggu mekanisme ereksi.

Penyebab gangguan utama ereksi adalah penurunan kadar nitrogen monoksida penyebab penuaan sehubungan dengan penyakit pembuluh darah. Jalan aliran darah dalam tubuh anda (yang sebagian besar ditandai dengan pengerasan arteri) menunjukkan kemampuan tubuh dalam memelihara dan membangun ereksi.

Kenyataannya gangguan ereksi merupakan prekursor dari masalah jantung, sehingga apabila anda atau pasangan anda mengalami ereksi sangat penting untuk menemukan penanganan yang sesuai, tidak hanya mencari posisi berbaring yang nyaman namun juga memastikan bahwa tempat anda berbaring berikutnya bukanlah diatas meja operasi.

Walaupun kita menganggap testosteron sebagai sumber utama penggerak seks pada pria dan wanita, perlu diketahui ada hormon-hormon lain yang mempengaruhi energi dan gairah seks secara keseluruhan. DHEA, misalnyaerubah menjadi testosteron, sementar hormon pertumbuhan diakui memiliki beberapa kesamaan sifar dengan testosteron, seperti memicu peningkatan massa otot dan membuat perut anda membuncit.

DHEA adalah hormon steroid yang mirip dengan testosteron dan estrogen dan nantinya diubah menjadi kedua hormon tersebut, DHEA telah dipasarkan sebagai penyembuh serbaguna yang memperbaiki setiap kerusakan sistem tubuh. Satu masalah besar DHEA dianggap sebagai suplemen makanan, sehingga tidak diawasi ketat oleh FDA. Masalah lain, karena DHEA termasuk golongan steroid, ia memiliki efek samping jangka panjang yang sama dengan steroid lain, seperti kanker dan melemahnya sistem imun. Sesuatu yang membuat anda merasa baik belum tentu baik untuk anda. Meskipun demikian, DHEA efektif untuk memulihkan energi dan stamina, serta gairah seks yang menurun.

Posted in Disfungsi Ereksi, Gejala Disfungsi Ereksi, Penyebab Disfungsi Ereksi | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penatalaksanaan Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi sebelumnya disebut impotensi adalh ketidakmampuan pria untuk mencapai atau mempertahankan ereksi. Disfungsi ereksi dapat timbul sekali-kali, sering atau setiap kali pria berusaha untuk berhubungan intim. Kketika ditanya sekitar 35% oria berusia 40 tahun ata lebih dan lebih dari 80% pria berusia 70 tahun atau lebih melaporkan setidaknya disfungsi ereksi sporadik.

Meski dulunya, disfungsi ereksi dipervaya sebagian besar karena faktor psikologis, tetapi kini diketahui bahwa untuk sebagian besar pria penyebab utamanya adalah faktor fisik. Seiring makin besarnya kesadaran terhadap penyebab medis disfungsi ereksi, diskusi yang lebih terbuka mengenai prevalensinya, efek pada kualitas hidup pria, dan pengobatannya menjadi kegiatan utamal. Namun, pria masih saja sering tidak mau mencari bantuan untuk mengatasi gangguan disfungsi ereksi, sehingga dibutuhkan penyuluhan dan kesejahteraan pria.

Disfungsi ereksi psikologis dapat terjadi akibat adanya aktivasi impuls-impuls inhibitorik desendens yang berasal dari korteks secrebrum. Keadaan psikologis yaang berkaitan dengan disfungsi ereksi adalah stres, rasa marah, rasa cemas, dan depresi.

Terdapat penatalaksanaan yang tersedia untuk mengatasi disfungsi ereksi. Diantaranya adalah alat bantu dan pompa mekanis dan injeksi penis yang menimbulkan vasodilatasi lokal. Selain itul, kemajuan dibidang obat-obatan telah menghasilkan dan memasarkan beberapa obatobatan disfungsi ereksi yang diminum oral dan sangat efektif yang pertama dari obat-obatan disfungsi ereksi adalah sildenafil sitrat (Viagra). Jenis obat ini bekerja menginhibisi enzim fosfodiasterase yang pada keadaan normal menonaktifkan perantara kedua yang dibutuhkan untuk relaksasi arteri-arteri penis. Dengan menghambat fosfodiesterase, relaksasi arteri-arteri penis berlangsuung lama, sehingga darah dapat memenuhi penis lebih banyak.

Ereksi terjadi dan diperkuat. Obat-obat disfungsi ereksi diminum sebelum melakukan hubungan intim dan meningkatkan respons seksual normal : obat-obat tersebt tidak merangsang ereksi dengan sendirinya. Efek samping obat-obat disfungsi ereksi oral dapat mencakup sakit kepala, kemerahan pada wajah, dan kelainan penglihatan.

Posted in Disfungsi Ereksi, Gejala Disfungsi Ereksi, Penyebab Disfungsi Ereksi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Alami Mengatasi Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan seorang pria dalam mencapai ereksi saat melakukan hubungan seksual dengan pasangannya. Namun hal ini hanya terjadi jika pria ingin melakukan hubungan intim dengan partner atau istrinya, sedangkan jika melakukan dengan wanita idaman lain (WIL) ia tidak mengalami impoten atau gangguan disfungsi ereksi.

Penyebab dari disfungsi ereksi bisa disebabkan dari psikis dan fisik. Namun biasanya yang terjadi adalah penyebab karena masalah psikologis. Misalnya ada masalah dengan pasangan, sakit hati, ansietas, tidak percaya diri, atau trauma masa lalu yang menyebabkan impoten pada pria.

Sildenafil atau Viagra bisa dipakai pada sebagian pria yang menderita diabetes untuk pengobatan impotensi. Obat ini bisa menimbulkan ereksi akibat rangsangan seksual atau psikologis dengan cara memperbaiki otot polos pembuluh darah penis sehingga aliran darah ke penis bertambah dan ereksi terjadi.

Namun ada pengobatan tradisional yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit disfungsi ereksi ini :
15 gr akar terung, 15 gr biji kucai, 15 gr biji pare, 10 gr biji ketumbar, dikeringkan lalu dihaluskan hingga menjadi bubuk, diseduh dengan air secukupnya lalu diminum.

Posted in Disfungsi Ereksi, Gejala Disfungsi Ereksi, Penyebab Disfungsi Ereksi | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment